PEKANBARU, LIPO - Tim dari Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Pekanbaru turun langsung ke sejumlah pelaku usaha maupun objek pajak guna memvalidasi objek pajak di lapangan.
Pendataan objek pajak potensial ini, tidak hanya dilakukan Bapenda saat siang hari namun juga malam hari. Hal ini dilakukan Bapenda guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring meningkatnya jasa layanan tertentu.
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan mengatakan bahwa salah satu fokus Bapenda tahun ini adalah memperkuat pendataan terhadap seluruh objek pajak.
"Kami lakukan pendataan malam hari, untuk mengetahui kondisi riil usaha yang tidak bisa terlihat malam hari. Kita sisir seluruh jalan dan melibatkan seluruh UPT," kata Denny, Senin (23/2/26).
Menurutnya, dalam pendataan objek pajak potensial ini pihaknya menerjunkan sebanyak lima tim terdiri dari 150 orang personil yang tergabung dari seluruh UPT Bapenda Kota Pekanbaru.
Mereka mendatangi satu persatu tempat usaha. Mereka mendata pajak reklame, Pajak Bumi Bangunan, pajak makan minum, dan yang lainnya.
"Ini sebagai satu upaya mengawasi dan mendata objek pajak yang ada di Kota Pekanbaru. Ini berkala kita lakukan, di malam hari ini kita tidak tahu kondisi peredaran usaha mereka. Aktivitas nya seperti apa, omzet nya seperti apa. Makanya kita turun malam hari," terang Denny.
Ditambahkan Denny, langkah ini juga bagian dari program Sosialisasi Daftar Tagih (SDT) Bapenda Pekanbaru. Bagian dari upaya menggenjot PAD dengan memaksimalkan dan mengejar potensi pendapatan.
"Target (PAD) kita tahun ini sebesar Rp1,380 triliun. Lumayan ada peningkatan dari tahun 2025. Kita optimis bisa mencapai target tersebut," pungkasnya. *****