Rabu, 16 Oktober 2019
Follow:
 
NU: Bom Madinah dan Surakarta Bukan Gerakan Islam

beye | Nasional
Selasa, 05/07/2016 | 13:21:34 WIB
JAKARTA (Lipo)-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk dan mengecam segala tindakan kekerasan dan terorisme atas nama Islam.

Menyusul meledaknya bom bunuh diri di kota suci Madinah, Saudi Arabia dan di halaman Mapolresta Surakarta, yang terjadi pada 30 Ramadhan, Selasa (5/7).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menegaskan segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan dakwah dengan cara kekerasan bukan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin. Islam mengutuk kekerasan.

"Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan," ujarnya melalui siaran resmi dilansir Republika.co.id, Selasa (5/7).

Kyai Said Aqil juga menilai umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas kejadian bom bunuh diri di Madinah tersebut. Karena itu PBNU mengajak seluruh kepala dan pemimpin Negara-negara Islam dan para ulama sedunia untuk proaktif melawan gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang sangat nyata.

Menurut dia diperlukan penanganan khusus yang intensif dari pelbagai pihak, utamanya ulama dan pemimpin dunia untuk bersatu padu melawan gerakan radikalisme. PBNU juga mengajak seluruh umat sedunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama.

"Segala hal yang mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam atau bahkan bertentangan denga ajaran agama apapun. Islam mengajarkan nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah," tuturnya.

Sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah An-Nahl ayat 125, yang artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan  Hikmah (bijaksana) dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

Terakhir, Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas Internasional, PBB, dan juga OKI untuk segera mengusut dan menindak tegas pelaku pengeboman di Madinah dan Surakarta. Kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan motif bagaimanapun tidak dibenarkan, sebab dapat merusak makna kemanusiaan.(Lipo*2)



Berita Lainnya :
 
  • Bupati Siak Pimpin Dialog Forkopimda dengan Civitas Perguruan Tinggi Kab Siak
  • Temu Ramah Dengan Wartawan Kuansing, Kapolres Minta Dukungan Awak Media
  • Pemkab Inhil Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda dan Pers
  • Kepala Balai Bahasa Riau: PP Nomor 63 Tahun 2019 Harus Terus Disosialisasikan
  • LAM Riau Ajak Masyarakat Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres
  • Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu
  • Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan Pohang Techno Park Korea Selatan
  • Buka International Dragon Boat Festival 2019, Gubri Berharap Jadi Agenda Tahunan Riau
  • Diminta Kepala Bekraf, Gubri Presentasikan Ekonomi Kreatif di Jakarta
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index