Sabtu, 20 April 2019
Follow:
 
"Semenjak dipimpin Jokowi, posisi negara kita lemah"

beye | Nasional
Senin, 11/07/2016 | 20:30:07 WIB
JAKARTA (Lipo)-Pemerintah dinilai tak mampu melindungi warga negaranya atas perkara perompakan di perairan Filipina. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa menuding pemerintah tidak beres jadi negara tidak mampu melindungi warga negaranya sendiri.

"Semenjak dipimpin Jokowi, posisi negara kita lemah," tutur Desmond pada wartawan, Senin (11/7).

Kelompok Abu Sayyaf kembali menculik tiga warga negara Indonesia di perairan Filipina. Jumlah sandera kelompok Abu Sayyaf saat ini mencapai 10 orang. ‎Pihak penyandera meminta tebusan uang pada pemerintah Indonesia jika ingin warga negaranya dibebaskan.

Pemerintah Filipina sendiri sudah mengizinkan militer Indonesia masuk wilayahnya untuk mengejar perompak. Namun, persoalan pembebasan sandera yang lalu dinilai, membuat perompak tertarik untuk menculik warga negara Indonesia. Sebab, Indonesia dinilai lebih mudah memberikan tebusan uang untuk membebaskan sandera.

"Pemerintah ini tidak beres, negara tidak mampu melindungi," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini. (Lipo*2/Rol)




Berita Lainnya :
 
  • Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan
  • Bupati Inhil : Repolusi Mental Perlu Diikuti Seluruh Pihak
  • Tabrakan dengan Mobil Pikap, Karyawan PT MAS di Bengkalis Meninggal di Tempat
  • Analisa BMKG, Siang Hingga Dini Hari Sebagian Riau Akan Diguyur Hujan
  • Pemkab Bengkalis Berharap Ada Peningkatan DAK pada Tahun 2020
  • SBY Minta Kadernya Tak Terlibat Kegiatan Bertentangan Konstitusi
  • Sekda Inhil Ikuti Vicon Pemilu 2019
  • Bupati Inhil Minta Warga Tunggu Hasil Resmi
  • Dispersip Kuansing Canangkan Program Satu Desa Satu Pustaka
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index