Rabu, 20 Februari 2019
Follow:
 
"Semenjak dipimpin Jokowi, posisi negara kita lemah"

beye | Nasional
Senin, 11/07/2016 | 20:30:07 WIB
JAKARTA (Lipo)-Pemerintah dinilai tak mampu melindungi warga negaranya atas perkara perompakan di perairan Filipina. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa menuding pemerintah tidak beres jadi negara tidak mampu melindungi warga negaranya sendiri.

"Semenjak dipimpin Jokowi, posisi negara kita lemah," tutur Desmond pada wartawan, Senin (11/7).

Kelompok Abu Sayyaf kembali menculik tiga warga negara Indonesia di perairan Filipina. Jumlah sandera kelompok Abu Sayyaf saat ini mencapai 10 orang. ‎Pihak penyandera meminta tebusan uang pada pemerintah Indonesia jika ingin warga negaranya dibebaskan.

Pemerintah Filipina sendiri sudah mengizinkan militer Indonesia masuk wilayahnya untuk mengejar perompak. Namun, persoalan pembebasan sandera yang lalu dinilai, membuat perompak tertarik untuk menculik warga negara Indonesia. Sebab, Indonesia dinilai lebih mudah memberikan tebusan uang untuk membebaskan sandera.

"Pemerintah ini tidak beres, negara tidak mampu melindungi," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini. (Lipo*2/Rol)




Berita Lainnya :
 
  • Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Somasi Kredit Poktan Dengan BNI
  • Bupati Inhil Ungkap Keprihatinan Atas Kebakaran di Sungai Guntung
  • Riau Dapat Hibah Pembangunan Asrama Haji Tiga Blok
  • Hujan akan Mengguyur Riau, Masyarakat Diminta Waspada
  • Presiden Jokowi Resmi Lantik Syamsuar-Edy Natar Jadi Gubri dan Wagubri Periode 2019-2024
  • KPU: Jumlah Caleg Mantan Napi Korupsi Capai 72 Orang
  • Ani Yudhoyono Sudah Mulai Aktif Berkomunikasi
  • Fenomena Ustaz Abdul Somad Dibahas di Universitas Australia
  • BMKG Ingatkan Warga Riau Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index