Rabu, 20 Juni 2018
Follow:
 
Kak Seto: Penyebar Vaksin Palsu Harus Dihukum Mati

alfi | Nasional
Sabtu, 16/07/2016 | 14:56:14 WIB
Jakarta,LIPO-Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi‎ mendesak agar pemerintah memberikan sanksi maksimal terhadap pembuat dan pengedar vaksin palsu. Ia menilai hukuman mati menjadi hukuman yang pantas untuk pengedar vaksin palsu.

Dia juga mendorong agar pemerintah menerapkan sanksi maksimal ‎bagi para pembuat dan pengedar vaksin palsu. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi pertumbuhan generasi bangsa.

"Bareskrim harus bisa menjatuhkan sanksi pidana maksimal, ‎kalau perlu hukuman mati bagi pembuat dan pengedar vaksin palsu. Karena ini betul-betul sangat bahaya bagi tumbuhnya generasi unggul di masa akan datang," ujar Seto, Sabtu (16/7).

Kak Seto menuturkan, para orangtua‎ pasien menuntut agar pemerintah mampu menjelaskan bagaimana langkah selanjutnya terhadap anak yang sudah terpapar vaksin palsu. Pemerintah juga harus bisa memastikan saat ini tak ada lagi vaksin palsu yang beredar.

"Juga agar Kemenkes menyediakan pos pengaduan, supaya pengaduan berjalan lancar dan masyarakat mendapat penjelasan yang melegakan," papar dia menjelaskan.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Arus Balik via Teluk Kuantan Mulai Meningkat
  • Neymar Tertatih-tatih Saat Latihan Timnas Brasil
  • WHO, Kecanduan Game Itu Gangguan Kesehatan Mental
  • Padat Pengunjung, Kawasan Pantai Air Manis Padang Sempat Ditutup
  • Ini 6 Buah yang Buat Kolesterol Tetap Stabil
  • Sudah Lapuk Termakan Usia, Rumah Godang Teluk Kuantan Butuh Perbaikan
  • Pemilu 2019, DPS Kabupaten Kuansing 217.505 Orang
  • Bupati Kuansing Hadiri Halal bi Halal Muhammadiyah
  • Arus Balik Lebaran, Pelindo Tembilahan Prioritaskan Kenyamanan Penumpang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index