Selasa, 23 Oktober 2018
Follow:
 
Kasus SP3 di Riau Dinilai Langkah Mundur Penegakan Hukum

beye | Nasional
Kamis, 28/07/2016 | 23:01:34 WIB
PALEMBANG (Lipo)-Keputusan Polda Riau menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan yang disangka melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2015 lalu mendapat perhatian warga Palembang.

Palembang juga bernasib sama seperti warga Riau yang menderita diselimuti kabut asap yang dipicu kebakaran.

"Kita menyesalkan langkah penghentian penyidikan oleh Polda Riau. Polri harus menjelaskan kepada masyarakat kenapa SP3 mereka terbitkan. Agar tidak muncul apriori kepada polisi mengingat dampak dari kabut asap terutama di Riau sangat luar biasa," kata Purwantoro warga Palembang yang tinggal di Maskerebet, Kamis (28/7).

Menurut Purwantoro, polisi harusnya mempertimbangkan dampak dari karhutla di Riau yang memicu terjadinya kabut asap. Saat itu ada lima warga di sana meninggal dunia ditambah ribuan warga terpapar penyakit ISPA.

"SP3 ini dapat dikatakan menjadi langkah mundur dalam penegakan hukum pada kasus karhutla," katanya.

Efek dari penyidangan kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2013 lalu sempat berimbasnya turunnya titik api. Kini masyarakat mengaku khawatirkan kasus kebakaran hutan pada 2015 akan kembali terulang.

"Jika tidak ada efek jera dari pelaku pembakar lahan dan hutan," katanya.

Menurutnya, seharusnya Polda Riau tetap melimpahkannya kasus itu ke jaksa dan pengadilan. Biarkan pengadilan yang memutuskan pembakaran lahan itu bersalah atau tidak.

Sementara, menurut Yenrizal, staf pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, seharusnya dalam menyelesaikan kasus karhutla, apalagi yang berhubungan dengan korporasi jelas butuh kecerdasan, kekuatan, dan kepedulian. Kasus Riau saya pikir preseden negatif dalam penegakan hukum lingkungan.

Sebagai dosen yang peduli pada lingkungan, Yenrizal mengharapkan kasus SP3 yang terjadi di Riau tidak terjadi di Sumatera Selatan.

"Cukup perkara gugatan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas PT Bumi Mekar Hijau yang kandas di Pengadilan Negeri Palembang. Satu kasus ini menunjukkan ketidakseriusan dalam penegakan hukum lingkungan, " katanya seperti dikutip Republika.co.id. (Lipo*2)





Berita Lainnya :
 
  • KPK RI Kumpulkan Lima Kepala Bapenda di Bank Riau Kepri
  • Bupati Mursini Sampaikan 3 Langkah Strategis Saat Peringatan Hari Koperasi ke-71
  • Hadiri Doa Padang, Ini Harapan Bupati Kuansing pada Petani
  • Rampok di Sumber Jaya Kuansing, Todongkan Pistol ke Istri Korban, Uang Rp500 Juta Melayang
  • Dihantam Badai, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Selat Bengkalis
  • Pilih Pengurus Baru, PWI Kabupaten Bengkalis Gelar Konferkab IV
  • Disnakertrans Riau Tetapkan UMP Tahun 2019 Rp2.662.025
  • Diikuti 32 Grup, KomPOr GAS Gelar Tanding Gasing Bagi Pecinta Permainan Rakyat
  • Wakapolres Janji Akan Selidiki Tuntas Penyebab Kematian Erizin Warga Teluk Pinang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index