Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
 
Kepala BIN Sebut Kerusuhan Berbau SARA di Tanjungbalai Aksi Spontan

beye | Nasional
Sabtu, 30/07/2016 | 19:31:02 WIB
PARAPAT (Lipo)-Kerusuhan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Tanjung Balai, Sumut disebut merupakan bentuk spontanitas warga. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso saat mengunjungi Danau Toba di Parapat, Simalungun, Sumut, Sabtu (30/7).

Menurut Sutiyoso, tidak ada perencanaan atau niat atas terjadinya insiden tersebut. Warga, lanjutnya, melakukan aksi tersebut secara spontan.

"Itu kan spontanitas, perbuatan yang tidak direncanakan. Salah satu merasa tidak nyaman dengan suara azan lalu secara spontan mendatangi (masjid) dan marah-marah, kan itu masalahnya. Itu terjadi juga reaksi yang spontan dari masyarakat yang mayoritas islam," kata Sutiyoso.

Sutiyoso mengatakan, saat ini, situasi di Tanjung Balai sudah kondusif. Personel Polri dibantu TNI, lanjutnya, sudah bisa mengendalikan kondisi di kota tersebut.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun berharap, kericuhan yang terjadi di Tanjung Balai dapat menjadi pelajaran untuk masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama.

"Ini pelajaran lagi ya, karena ini masalah sensitif, masalah agama. Seharusnya ketidaknyamanan disampaikan baik-baik dan diselesaikan dengan cara mufakat," ujar dia ilansir Republika.co.id.

Sebelumnya, kerusuhan yang dipicu persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan terjadi di kota Tanjung Balai, Sumut, Jumat (29/7) pukul 23.30 WIB. Akibat kejadian itu, sejumlah wihara dan klenteng serta sejumlah kendaraan rusak akibat amukan massa.

Menurut polisi, kerusuhan tersebut dipicu adanya keberatan dari seorang warga etnis Tionghoa atas volume azan yang dikumandangan di salah satu masjid di Jalan Karya, Tanjung Balai. Nada bicara perempuan berinisial M tersebut saat menegur dinilai kasar dan menyinggung jamaah di dalam masjid.

Informasi itu pun cepat menyebar dan memancing emosi warga. Kericuhan berbau SARA tak terhindarkan. Sejumlah tempat beribadah umat Buddha pun dibakar massa yang emosi.

Terdapat tujuh orang yang diamankan karena melakukan penjarahan pada saat terjadinya aksi anarkis. Sementara pemicu aksi massa, M dan keluarganya masih diamankan di Polres. Tidak ada korban luka.(Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • DAK Fisik Kuansing 2019 Capai Rp131,5 Miliar, Ini Kata Mursini
  • Launching Aplikasi e-Sikap Versi Dua, Kadis Kominfo: Ini Fungsinya
  • Dinas PUPR Pekanbaru Diminta Segera Perbaiki Jalan Rusak
  • Hadapi Pemilu, Sekda Bengkalis Imbau Masyarakat dan ASN Tidak Share Berita Bohong
  • Jelang Pemilu April Mendatang, Polres Kuansing Gelar Apel Pasukan
  • Dapatkan Informasi Kondisi Cuaca, Kuansing Perlu Alat HVHS
  • UKW PWI 2019 Berjalan Sukses, SKK Migas Sumbagut Janji Terus Menyuport
  • 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Inhil, 240 Masyarakat Ikuti Operasi Katarak Gratis
  • Bawaslu Kuansing Laksanakan Bimtek TOT Bagi Fasilitator Panwaslu Kecamatan
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index