Sabtu, 20 April 2019
Follow:
 
DPR Sebut Kedatangan TKA ke Indonesia Sudah Meresahkan

beye | Nasional
Selasa, 09/08/2016 | 19:49:14 WIB
JAKARTA (Lipo)-Pemerintah harus mewaspadai adanya fenomena banyaknya tenaga kerja asing (TKA) di indonesia. Jangan sampai, perlakuan berlebihan pada TKA menimbulkan kecemburuan sosial.

"Apalagi, kedatangan TKA yang jumlahnya cukup banyak ke Indonesia sudah meresahkan. Sementara di lain pihak, lapangan pekerjaan masih sedikit dan tingkat pengangguran pun masih sangat tinggi," ujar anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Selasa (9/8).

Saleh yang saat ini sedang reses di Sumatra Utara mendapat laporan dari masyarakat tentang keberadaan TKA asal Tiongkok yang bekerja di hamparan perak.

"Tidak dijelaskan sejak kapan mereka mulai bekerja di sana. Kelihatannya pengawasan Disnaker lokal dan provinsi sangat lemah," katta politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Jika hal seperti ini dibiarkan, maka dikhawatirkan para pekerja lokal akan merasa terasing di negara sendiri. Menurut Saleh, hal ini tentu dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan mereka. Apalagi, TKA tersebut sama sekali tidak memahami budaya dan adat istiadat setempat. (Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan
  • Bupati Inhil : Repolusi Mental Perlu Diikuti Seluruh Pihak
  • Tabrakan dengan Mobil Pikap, Karyawan PT MAS di Bengkalis Meninggal di Tempat
  • Analisa BMKG, Siang Hingga Dini Hari Sebagian Riau Akan Diguyur Hujan
  • Pemkab Bengkalis Berharap Ada Peningkatan DAK pada Tahun 2020
  • SBY Minta Kadernya Tak Terlibat Kegiatan Bertentangan Konstitusi
  • Sekda Inhil Ikuti Vicon Pemilu 2019
  • Bupati Inhil Minta Warga Tunggu Hasil Resmi
  • Dispersip Kuansing Canangkan Program Satu Desa Satu Pustaka
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index