Rabu, 21 November 2018
Follow:
 
Forum Pemred, APSI dan KPJ Bangkitkan Semangat Pengungsi Lewat Panggung 'Palu Bangkit, Palu Kuat'

alfi | Nasional
Rabu, 07/11/2018 | 17:56:21 WIB
program kemamusiaan 'Palu Bangkit, Palu Kuat'/ist
TERKAIT:
 
 
PALU
- Tak sia-sia kehadiran Forum Pemred Riau (FPR) bersama Asosiasi
Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau dan Komunitas Penyanyi Jalanan
(KPJ) Pekanbaru dalam program kemamusiaan 'Palu Bangkit, Palu Kuat' yang
berpuncak di acara malam hiburan, Selasa (6/11/2018) tadi malam.

Digelar
di lapangan Donggala Kodi, yang juga menjadi lokasi pengungsian sekitar
500 warga korban bencana gempa dan tsunami Sulteng pada 28 September
2018 silam, suasana gembira terasa menyambut kedatangan rombongan dari
Riau yang dipimpin Ketua APSI H Asep Ruhiat, SH,MH dan Ketua Dewan
Kehormatan FPR Tun Akhyar.

Tim Kemanusiaan
FPR-APSI-KPJ Riau yang memboyong penyanyi religi Muhammad Saleem,
pentolan Grup Debu, membuat Kem pengungsi Donggala Kodi tadi malam
diwarnai keharuan dan kegembiraan yang luar biasa. Berkolaborasi dengan
dua penyanyi jalanan Riau Budi 'Iwan Fals' Yusadi dan Eko 'Ebiet' Kusuma
Jaya, serta para penyanyi ASMI Palu, duet anak-bapak Zivana
Bahmid-Munif Bahmid yang keturunan Arab, Saleem mampu memukau para
pengungsi dan sekaligus melupakan sejenak derita berat yang baru saja
mereka alami.

Lagu-lagu berirama Timur Tengah
yang dipadu dengan tembang-tembang lawas bertema kritik sosial Iwan Fals
dan Ebiet G Ade, membuat warga pengungsi ikut larut dan bernyanyi
bersama. 

"Acara seperti ini yang kami
tunggu-tunggu. Saat ini kami butuh hiburan untuk memotivasi dan
memyemangati masyarakat. Sungguh kami sangat berbahagia dengan kehadiran
bapak-bapak dan rombongan dari Riau," kata Buyung, 57 tahun, yang
kehilangan sembilan keluarganya saat gempa dan tsunami 7,6 SR
meluluhlantakkan Palu-Donggala dan Sigi.

Penanggungjawab
kem pengungsi Donggala Kodi Ustad H Asgar, menyampaikan ucapan
terimakasih kepada FPR, APSI dan KPJ atas kepedulian yang telah
dilakukan langsung ke Sulteng, baik lewat penyerahan bantuan langsung ke
warga korban gempa-tsunami maupun panggung hiburan.

"Terimakasih
FPR, APSI dan KPJ atas kepeduliannya. Sungguh kami sangat terharu,
semoga Allah SWT membalas segala amal ibadah yang telah diberikan Riau
kepada kami di Sulteng ini," kata H Asgar saat memberikan sambutannya di
awal acara panggung hiburan.

H Asgar yang tadi
malam ikut sepanggung dengan segenap tim relawan dari FPR-APSI-KPJ
maupun masyarakat Palu bernyanyi serta bergembira ria, berharap
pihak-pihak lain dapat melakukan kegiatan serupa selama masa
rehabilitasi pasca- bencana. "Kami ingin secepatnya Palu serta Sulteng
kembali normal, karena itu motto 'Palu Kuat, Palu Bangkit' menjadi
tagline untuk kehidupan masyarakat Sulteng yang lebih baik ke depannya,"
ujar Asgar.

Malam gembira yang sangat meriah
dan juga menghadirkan liputan langsung di televisi lokal lewat
penggunaan kamera droone terasa makin hangat. Seluruh warga di
pengungsian ikut bernyanyi dan bergoyang ketika satu persatu lagu-lagu
lawas dinyanyikan Saleem, Zivana, Budi, Eko hingga Ketua APSI Riau Asep
Ruhiat.

Bahkan Asep, pengacara kondang Riau,
bersama sang Isteri, tampil totalitas baik bernyanyi maupun bergoyang
bersama warga di pengungsian. Para ibu-ibu dan anak-anak korban
gempa-tsunami juga beberapa kali mendapat kejutan hadiah spontan dari
Asep, Saleem serta lainnya karena telah berani tampil bernyanyi dan
bergoyang ria.

"Luar biasa dan Alhamdulillah.
Semoga apa yang kita lakukan bersama ini, baik APSI, FPR maupun KPJ,
akan menjadi ladang ibadah buat kita semua," ungkap Asep, yang terlihat
tubuh suburnya mandi keringat, dengan sumringah.

Kegiatan
relawan dari Riau tersebut juga masih berlanjut Rabu siang ini dengan
mengunjungi panti asuhan untuk mengantarkan bantuan serta memberikan
hiburan bagi anak-anak setempat.

Sehari
sebelumnya, para relawan FPR, APSI dan KPJ telah mengantarkan bantuan
langsung ke sejumlah lokasi yang belum banyak tersentuh, di antaranya
Desa Tompe dan Lende Tovea serta Lende Induk di kecamatan Sirenja,
Kabupaten Donggala, sekitar 95 km sebelah Barat Kota Palu.

Ada
keharuan dan air mata yang terlihat jatuh di pipi  sejumlah warga
setempat saat dikunjungi tim Kemanusiaan dari Riau ini. Bantuan uang
tunai serta paket kebutuhan harian yang diserahkan, mereka sambut dengan
kegembiraan.

"Mungkin karena kami jauh di
sini, jadi bantuan agak kurang dan terlambat sampai," sebut seorang
ibu-ibu, saat menerima bantuan yang diserahkan Ketua Dewan Kehormatan
FPR, Tun Akhyar. 

Tun Akhyar mengatakan,
bantuan berupa pakaian layak pakai dan kebutuhan harian yang diserahkan
itu berasal dari masyarakat Riau, terutama dari Pekanbaru dan Kampar.
"Karena keterbatasan transportasi, baru ini yang dapat kami sampaikan.
Sedangkan yang lainnya, FPR menyerahkannya ke BPBD Pekanbaru dan Riau
untuk kemudian diantarkan ke Palu ini," kata Tun Akhyar. (rls)






Berita Lainnya :
 
  • 3 Orang Sudah Diperiksa Polisi Terkait Robohnya Tembok SDN 141 Pekanbaru yang Renggut 2 Nyawa
  • Antisipasi Penambahan Jumlah TPS, Ini yang Dilakukan KPU Riau
  • Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, PHBI Koto Sentajo Gelar Dzikir Bersama
  • Polisi Pekanbaru Sita Empat Kilogram Sabu-Sabu Dari Seorang Buruh Bangunan
  • Pemkab Bengkalis Regulerkan Tujuh Proyek Multiyears Dalam APBD 2019
  • Gerindra Persilakan SBY dan AHY Kampanyekan Prabowo-Sandi Mulai Maret 2019
  • Reino Barack Tak Tutupi Kedekatan dengan Syahrini
  • Hakim AS Jegal Kebijakan Imigrasi Trump
  • Hadapi MTQ Tingkat Provinsi, Pemkab Datangkan Pelatih Senior Melatih Kafilah Inhil
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index