Sabtu, 24 08 2019
Follow:
 
Polisi Tangguhkan Penahanan Kades Berprestasi di Aceh Terkait Kasus Padi IF8

alfi | Nasional
Sabtu, 27/07/2019 | 07:22:01 WIB
BANDA ACEH, LIPO - Kasus Tengku Munirwan yang disangkakan memperjualbelikan benih padi IF8 di Aceh Utara, Aceh, dinilai telah melanggar aturan. Pihak polisi beralasan benih yang dijual itu tidak memiliki sertifikat dan untuk keuntungan pribadi.

Direktur Kriminal Khusus Polisi Daerah Aceh Komisaris Besar Polisi T Saladin mengungkapkan, Tengku Munirwan ditangkap selaku direktur PT Bumidesa Nisam Indonesia yang telah menjual benih padi IF8.

"Yang perlu dipahami, dia ditangkap bukan atas nama seorang petani, ataupun kepala desa, tapi direktur PT Bumidesa Nisam Indonesia," ungkap Saladin, di Mapolda Aceh, Jumat 26 Juli 2019.

Saladin menjelaskan kasus penjualan bibit padi unggul jenis IF8 awal mula dikembangkan kepolisian setelah mendapat informasi dari kementerian bahwa di Aceh Utara telah beredar benih padi IF8 yang tidak berlabel atau bersertifikat.

Setelah ditemukan dugaan bukti yang cukup untuk dinaikkan ke laporan, maka hasil gelar perkara dari laporan polisi menjadi laporan polisi model A. Laporan polisi model itu adalah yang dibuat berdasarkan temuan polisi sendiri.

"Dia memperdagangkan bukan karena badan usaha milik desa, tapi perusahaan pribadi yang dimiliki beberapa temannya. Sudah mulai bagi hasil, yang sudah dipasarkan Rp2 miliar," tambahnya.

Berdasarkan temuan pihak kepolisian, Tengku Munirwan mengedarkan benih itu lewat perusahaan patungan bersama rekannya yaitu PT Bumides Nisami Indonesia. Hasil penjualannya tidak masuk pendapatan asli desa (PAD). Tengku Munirwan membangi hasil penjualan bersama rekan bisnisnya.

Saladin menjelaskan, benih padi IF8 yang diperdagangkan adalah generasi III. Sebelumnya pada generasi I dan II sudah ada hasil, yaitu panen padi dua kali sejak 2017.

Penangguhan Penahanan

Penahanan Tengku Munirwan, kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, ditangguhkan Kepolisian Daerah Aceh.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh Kombes T Saladin mengatakan penangguhan penahanan dilakukan setelah kuasa hukum tersangka mengajukan penangguhan penahanan.

Faktor kemanusian menjadi alasan pemberian penangguhan penahanan oleh pihak kepolisian, karena Teungku Munirwan seorang kades yang harus mengurusi warganya, selain itu orangtua tersangka juga akan naik haji.

Saladin melanjutkan, Tengku Munirwan selama ini juga sangat koorperatif, bukan karena desakan media atau masyarakat.

Selain itu, tutur dia, penangguhan juga diberikan supaya Tengku Munirwan bisa beraktivitas sebagai kepala desa.(lipo*3/okz)





Berita Lainnya :
 
  • Tabrak Tronton Parkir di Rohil, 5 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia
  • Lepas Kontingan O2SN Riau ke Semarang dan Aceh, Ini Harapan Gubri Syamsuar
  • Ancam Tembak Kasatpol PP Pekanbaru, Pejabat BNN Ngaku Cuma Bawa Pistol Air
  • Indonesia Pastikan Tiket Final Ganda Putra Kejuaraan Dunia
  • Juara Bertahan Siposan Rimbo dan Limbago Melaju ke Hari Ketiga, Singa Kuantan Tumbang
  • Dinilai Punya Potensi, Sekda Kabupaten Siak Bahas Usaha Ekonomi Kreatif
  • Cak Imin Restui Ade Agus Hartanto Maju di Pilkada Inhu 2020
  • Tinjau Puskesmas Sungai Salak, Wabup SU Harap Pelayanan di Fasyankes Ditingkatkan
  • Peduli Korban Kebakaran, Marlis Syarif dan MPI Bagikan 300 Nasi Bungkus
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index