Senin, 27 Januari 2020
Follow:
 
Sekjen MUI Minta Pemerintah Kaji Serius Sebelum Naikkan Iuran BPJS

alfi | Nasional
Minggu, 08/09/2019 | 08:11:13 WIB
JAKARTA, LIPO - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta pemerintah mengkaji serius kebijakan menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk 'menambal' defisit program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut Anwar, pada dasarnya kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak ada masalah bila kemampuan masyarakat untuk membayar cukup tinggi. Tetapi, yang jadi masalah adalah ketika kemampuan masyarakat sedang menurun.

"Yang jadi masalah adalah kalau kenaikan tersebut dilakukan ketika kemampuan masyarakat sedang menurun. Untuk itu, memang diperlukan kajian yang serius dan sungguh-sungguh agar ketika suatu kebijakan itu akan dibuat dan diberlakukan tidak membuat resah dan gaduh," kata Anwar kepada Okezone, Minggu (8/9/2019).

Anwar berujar, persoalan kesehatan merupakan sesuatu yang penting untuk bangsa ini. Menurut dia produktif atau tidaknya sebuah babgsa ditentukan oleh variabel kesehatan.

"Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan setiap warga bangsa menjadi sesuatu yang mutlak karena ia sudah merupakan kebutuhan pokok setiap individu dari rakyat Indonesia," ujarnya.

Sekadar informasi, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) sudah bulat menaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutup defisit program JKN. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan berlaku pada 1 Januari 2020.

Untuk pemegang kepesertaan kelas I, akan dikenakan iuran per bulan Rp160.000 dari sebelumnya Rp80.000. Kemudian kelas II menjadi Rp110.000 dari sebelumnya Rp59.000 per bulan. Sementara itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III masih ditunda setelah Komisi IX dan XI DPR menolak usulan itu.(lipo*3/okz)







Berita Lainnya :
 
  • Ikuti Sekolah Legislatif, 4 Anggota Fraksi Nasdem Kuansing Masuk Karantina
  • Pemerintah Indonesia Didesak Terbitkan Travel Warning ke China
  • Bengkalis Dikepung 13 Titik Panas, Potensi Karhutla Meningkat
  • KIP Ingatkan Badan Publik Sampaikan Informasi Virus Corona secara Massif
  • Menpan RB Bantah Penghapusan Tenaga Honorer di Daerah
  • Investor Malaysia Bakal Gelontorkan Rp3 Triliun di Pekanbaru
  • Takjub dengan MPP Pekanbaru, Menteri Malaka Beri Jempol Walikota
  • Terkait Kasus PAW, KPK tak Tutup Kemungkinan Panggil Yasonna
  • Tanpa Gol Messi, Barca Terkapar di Markas Valencia
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index