Senin, 30 Maret 2020
Follow:
 
Ini Saran IDI Kalau Pemerintah tak Ingin Lockdown

elpi | Nasional
Senin, 23/03/2020 | 10:14:30 WIB
JAKARTA, LIPO - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memintah pemerintah menegaskan penerapan social distancing agar dapat dijalankan dengan maksimal. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah alternatif jika pemerintah tak ingin penerapakan lockdown.

"Pertama, ini masalah serius jadi harus bekerja cepat sekali nggak boleh sebaliknya," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI Profesor Zubairi Djoerban kepada Republika.co.id di Jakarta, Senin (23/3).

Dia juga menyarankan untuk menerjemahkan sosial distancing ke dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti publik. Misal batalkan piknik, batalkan rapat, batalkan arisan dan jangan ada pertemuan-pertemuan apapun dengan tetap tinggal di rumah.

Dia mengatakan, penerimaan informasi masyarakat juga harus terus diperbarui karena kerja sama dengan mereka amat diperlukan. Dia meminta pemerintah dan mengimbau media untuk tidak hanya melontarkan informasi terkait corona tapi ubah perilaku publik.

"Perliaku ini penting karena kalau mereka ini tidak mengikuti anjuran pemerintah maka bisa gagal," katanya.

Dia meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang tidak ngawur dan terbukti ilmiah untuk kemudian disebarluaskan. Dia juga mengimbau agar pemerintah melakukan tes seluas dan sebanyak mungkin secara cuma-cuma dan mengisolasi warga yang terinfeksi.

Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan dengan tegas maka sebenarnya sama dengan membatasi akses masyarakat. Namun, dia mengatakan, pengetatan pergerakan itu menjadi istilah lain dari lockdown.

"Sebetulnya kan itu sama saja tapi itu istilah lain saha, "lockdown kecil" lah. Jadi kalo lockdown bagus tapi kalau tidak lockdown asal isunya sama aja ya nggak apa-apalah," katanya.

Sementara, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 64 kasus menjadi 514 orang. Jumlah angka kematian juga bertambah 10 orang menjadi 48. Data tersebut dihitung hingga hingga Ahad sore.

"Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatif sebanyak sembilan orang, menjadi 29 orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Ahad (23/3) sore.

Penambahan sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40), Jawa Barat (4), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (15), Kalimantan Selatan (1), Maluku (1), dan yang terbaru adalah Papua (2).(lipo*3/rol)

 



Berita Lainnya :
 
  • Dalam Dua Hari, Rumah Sakit di Pekanbaru Tampung Dua Pasien Positif Corona
  • KNPI Bengkalis Minta Diskes Gunakan Rapid Test Tepat Sasaran
  • dr Firmansyah SpPD: Indonesia Kategori Tinggi Tingkat Kematiannya, Ini Langkah Pencegahannya
  • Masker Langka, Dekranasda Siak Gandeng Penjahit Produksi Puluhan Ribu Masker BC19
  • Lawan Corona dengan Menjaga Wudhu
  • Ketum LAR Tuding Rekrutmen PD tidak Transparan & Diduga Pungli, Panitia: Itu tidak Benar
  • Terkena Dampak Corona, Pengusaha Jasa Penunjang Migas Minta Dukungan Pemerintah
  • Pekanbaru Terima 320 Alat Tes Cepat COVID-19
  • Bertambah 1, Total 2 Pasien Positif Corona di Riau
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index