Rabu, 29 Januari 2020
Follow:
 
Majalah Sastra Horizon Akhirnya Stop Cetak

beye | Bandar Serai
Selasa, 26/07/2016 | 18:46:57 WIB
JAKARTA (Lipo)-Siapa yang tak kenal Majalah Sastra Horison? Khususnya bagi pencinta atau pemerhati kesenian, keberadaan media tersebut dinilai salah satu tolak ukur perkembangan dan pertumbuhan sastra Indonesia.

Namun, memasuki usianya yang seperempat abad, Horison akhirnya tak lagi menerbitkan edisi cetaknya. Hal itu disampaikan redaktur senior Majalah Sastra Horison, Taufiq Ismail, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Penyair kenamaan itu menjelaskan, Horison akan sepenuhnya bermigrasi ke platform daring (online) sejak hari ini.

"Seirama dengan perkembangan teknologi masa kini, maka Horison cetak beralih ke online mulai hari ini. Biaya untuk penerbitan cetak itu cukup besar. Tapi, kalau dijadikan online, biaya tak sedemikian besar," kata Taufiq Ismail di hadapan sekitar 300 peserta acara peringatan 50 Tahun Majalah Sastra Horison di TIM, Cikini, Jakarta, Selasa (26/7).

Taufiq menambahkan, Horison Online sudah dipersiapkan sejak 2010 oleh tokoh akademisi sastra Melayu, almarhum Prof Amin Sweeney. Lamannya akan beralamat di http://horisononline.or.id//.

Selain Taufiq Ismail dan akademisi senior Arief Budiman, para pendiri Majalah Sastra Horison yakni jurnalis kawakan Mochtar Lubis, pelukis Zaini, dan tokoh pers nasional PK Ojong. Ketiganya yang tersebut terakhir sudah wafat.

Menurut Taufiq, perjuangan untuk rutin menerbitkan majalah sastra bulanan bukanlah upaya yang mudah. Selama 50 tahun belakangan ini, tutur dia, semua pihak baik individu maupun korporasi yang mencintai sastra Indonesia tidak putus-putusnya membantu Horison.

"Saya sebagai salah satu pendiri Horison luar biasa terharu. Rasa terima kasih kami kepada Anda sekalian. Terima kasih. Terima kasih. Semoga Allah membalas budi baik Anda sekalian. Amin," ucapnya.

Acara ini dihadiri para tokoh nasional, antara lain mantan menteri Emil Salim dan Wardiman Djojonegoro, serta wakil ketua DPR Fadli Zon. Kemudian, sejumlah seniman, seperti Emha Ainun Nadjib, Ahmad Tohari, Danarto, Toeti Herati, dan Ajip Rosidi.

"Alhamdulillah. Ini adalah majalah sastra yang boleh dikatakan satu-satunya di Indonesia yang masih bisa bertahan 50 tahun. Di dalam tataran dunia, Horison termasuk majalah sastra yang senior," ucap Taufiq Ismail. (Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • Abdul Wahid Pertanyakan Kebijakan BBM 1 Harga
  • Dirjen Imigrasi Dicopot karena Dinilai Yasonna Lalai
  • Kelompok Tani Rimpian Makmur Kembangkan Kolam Budidaya Ikan Jadi Tempat Wisata
  • Soal Pembayaran Insentif RT/RW 2019 di Pekanbaru, Ini Kata Wako Firdaus
  • Antisipasi WNA Ilegal, Pemko Pekanbaru Gandeng Imigrasi
  • Analisa BMKG, Hari Ini, Hujan Disertai Petir akan Mengguyur Riau
  • Stadion Utama Riau Batal Gelar Piala Dunia U-20, Pemprov Riau Diminta Introspeksi Diri
  • Donor Darah PWI Riau Lampaui Target, Zulmansyah Sampaikan Apresiasi
  • Tingkatkan Disiplin dan Kemampuan Dasar Prajurit, Kodim 0314/Inhil Laksanakan Minggu Militer
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index