Kamis, 24 Januari 2019
Follow:
 
Polisi Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan di Rawang Udang Benai, Ini Motifnya

alfi | Kuantan Singingi
Rabu, 02/01/2019 | 21:50:58 WIB
TELUK KUANTAN, LIPO - Polres Kuantan Singingi menggelar ekspos kasus pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Yuniati (58), yang terjadi pada 29 Desember 2018 lalu di Bendungan Rawang Udang, Desa Telontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing, Rabu (2/1/2019).

Pada kesempatan itu tersangka dihadirkan dengan menggunkan baju tahanan Mapolres Kuansing bewarna oranye, dan dijaga ketat oleh beberapa personil kepolisian. Adapun beberapa barang bukti yang dihadirkan pada ekspos tersebut di antaranya, sebuah pisau cutter berwarna merah, pakain dan sebuah sarung korban.

Dikatakan Kapolres, Kronologis ini berawal pada Sabtu (29/12) sekitar pukuk 09.13 Wib ditemukan sesosok mayat perempuan yang diketahui bernama Yuniati warga Desa Telontam, Kecamatan Benai.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Yuhendri yang sedang mencari korban bersama masyarakat setempat. Sedangkan pada saat itu posisi mayat korban tergeletak di semak-semak dekat irigasi bendungan Rawang Udang.

"Masyarakat dipimpin Kades Benai melaporkan ke polisi terkait penemuan mayat Yuniati. Dan kita lihat Mayat korban ada bekas sayatan benda tajam di bagian leher korban." ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang ditemukan, mengarahkan dugaan kepada pelaku Agus Saputra (21). Kemudian pada Senin (31/12) tim Satreskrim Polres Kuansing mendapatkan informasi dari masyarakat bahwasannya pelaku pembunuhan Yuniati benar Agus Saputra.

"Dengan berbekal itu kita langsung periksa saksi-saksi oleh tim penyidik satreskrim, dan semua saksi membenarkan melihat Agus pada waktu kejadian berada di TKP. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIB tim kita melakukan penangkapan terhadap tersangka di dusun Hulu RT 02/RW 01." pungkas Kapolres.

Sementara itu menurut keterangan tersangka, bahwasannya tersangka mengakui melakukan pembunuhan terhadap korban Yuniati dikarenan sakit hati dengan perkataan korban yang mengatakan pelaku gila, dan bahasa kotor lainnya.

"Tersangka kita terapkan pasal 338 KUHP dengan acaman hukuman pencara selama lamanya 15 tahun." terang Kapolres.(lipo*3/rmc)



Berita Lainnya :
 
  • Luncurkan DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Wardan Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan
  • KPUD dan Bawaslu Sosialisasi Pemilu 2019 di Makodim 0314/Inhil
  • Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan Hari Ini
  • DPRD dan Pemkab Bengkalis Kunjungi Bank Riau Kepri untuk Rencana Penambahan Modal
  • Gubri Terpilih Menginginkan Bank Riau-Kepri Murni Syariah
  • 3 Pemuda Ditangkap Ketahuan Bawa 15 Kg Sabu dari Malaysia Pakai Perahu Kayu
  • Waw, Kecipratan Uang Panas Proyek Meikarta, Puluhan Legislator Bekasi Dibidik KPK
  • Babinsa Koramil 02/KT Kopda Parman Edi Lakukan Giat Pemantauan Hama Cabai Rawit Di SMKN 1 Sentajo R
  • KPU Inhil Paparkan Bahan Kampanye Yanh Bisa Dimanfaatkan Caleg Saat Pileg
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index