Minggu, 25 08 2019
Follow:
 
Gelar Penyuluhan, Umar Solikhan: Penulis Harus Memahami Keruntutan dalam Menulis

alfi | Kuantan Singingi
Minggu, 24/03/2019 | 20:07:10 WIB
TELUKKUANTAN, LIPO - Kepala Balai Bahasa Riau, Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan, Dra. Umar Solikhan, M.Hum mengatakan seorang penulis harus memahami keruntutan dalam menulis. Selain itu, penulis juga harus memperhatikan kesatuan, kepaduan, ketuntasan, dan eksistensi sudut pandang. Inilah ciri-cii sebuah paragraf yang ideal.

Hal itu disampaikan Umar Solikhan, M.Hum. dalam materinya di hadapan 50 peserta  acara Penyuluhan Kamahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP/MTSse Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), di Teluk Kuantan, Kamis, (21/3) lalu.

Untuk itu, kata Umar, penulis harus mampu mengevaluasi setiap kalimat yang mereka buat. Sebab, kesatuan dalam sebuah paragraf hanya akan terbentuk apabila informasi-informasi dalam paragraf  itu tetap dikendalikan oleh gagasan utama.

Agar hal itu dapat tercapai, penulis harus senantiasa mengevaluasi apakah kalimat-kalimat yang digunakan itu ada hubungannya dengan gagasan utama. Kalau tidak ada kaitannya dengan gagasan utama, kalimat itu harus ditanggalkan.

Selain itu, Umar juga menegaskan soal pemakaian tanda baca. ”Kalimat harus  diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru. Dalam ragam lisan, kalimat ditandai oleh titik, adanya jeda/kesenyapan, dan intonasi akhir,” kata Umar.

Dalam acara Penyuluhan Kamahiran Berbahasa Indonesia, yang diadakan Balai Bahasa Riau yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan OlahragaKabupaten Kuansing, melibatkan 50 orang peserta yang berasal dari guru SD se Kabupaten Kuansing.

Peserta merupakan guru kelas untuk SD dan guru Bahasa Indonesia bagi guru SMP/MTS. Acara yang berlangsung selama 4 hari, 19-22 Maret 2019, sebelumnya dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan OlahragaKabupaten Kuansing, H. Masrul Hakimm pada Selasa (19/3).

Dalam sambutannya, Masrul menyambut baik diadakannya acara Penyuluhan Kamahiran Berbahasa Indonesia, yang diadakan Balai Bahasa Riau. Sehingga, diaharapkan ada menyegaran dalam ilmu bahasa dari sejumlah pemateri yang berlangsung selama 32 jam tersebut. Selain Kepala Balai Bahasa Riau, hadir sebagai pemateri adalah Dr. Fatmahwati, M.Pd. dan Imelda Yance, M.Pd.(lipo*3/rls)








Berita Lainnya :
 
  • Abah SU Terima Kunjungan Panglima Tinggi dan Jajaran Pengurus LBDH
  • Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan, Pemda Akan Segera Cari Solusi Bagi Pedagang
  • Tabrak Tronton Parkir di Rohil, 5 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia
  • Lepas Kontingan O2SN Riau ke Semarang dan Aceh, Ini Harapan Gubri Syamsuar
  • Ancam Tembak Kasatpol PP Pekanbaru, Pejabat BNN Ngaku Cuma Bawa Pistol Air
  • Indonesia Pastikan Tiket Final Ganda Putra Kejuaraan Dunia
  • Juara Bertahan Siposan Rimbo dan Limbago Melaju ke Hari Ketiga, Singa Kuantan Tumbang
  • Dinilai Punya Potensi, Sekda Kabupaten Siak Bahas Usaha Ekonomi Kreatif
  • Cak Imin Restui Ade Agus Hartanto Maju di Pilkada Inhu 2020
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index