Senin, 22 Juli 2019
Follow:
 
Melihat Pelayanan di Puskesmas, Diskes Inhil Mulai Turunkan Tim Pencari Fakta

alfi | Advertorial
Rabu, 09/01/2019 | 15:03:32 WIB
TEMBILAHAN - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menurunkan tim pencari fakta yang beranggotakan sebanyak 8 orang, untuk langsung mencari informasi dan keterangan seputar pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Tembilahan Hulu.

Langkah tersebut dalam rangka menindaklanjuti laporan dan keinginan massa aksi dari sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam GMNI, HMI dan PMII, yang melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan pada Senin 7 Januari 2019 kemarin.

Saat di lapangan, tim pencari fakta yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, Zainal Arifin mulai menelusuri kronologis kejadian yang menyebabkan pasien atas nama Rosma Dewi, yang menurut massa aksi dari GMNI tidak terlayani dengan baik dan mengkonsumsi obat yang menyebabkan ia harus dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan.

Dari keterangan awal yang diperoleh tim pencari fakta di loket pendaftaran, diketahui bahwasa ketika itu keadaan Puskesmas sedang ramai, karena banyak pasien yang datang termasuk Rosma Dewi.

Berdasarkan keterangan petugas loket, Rosma Dewi merupakan pasien rutin yang berobat setiap bulannya, dan ternyata menurut petugas saat itu memang tidak ada menanyakan golongan darah pasien.

Setelah dari loket, data dimasukan ke aplikasi Sistem Informasi Puskesmas (Simpus).

"Petugas loket pendaftaran kemudian menyerahkan pasien dan Medical Record (MR) ke pemegang program TB," ujar Ketua Tim Pencari Fakta, Sobowo Radianto kepada awak media, Rabu 9 Januari 2019.

Selanjutnya, pemegang program TB melakukan komunikasi kepada pasien terkait dengan penyakit TB yang diderita pasien. Keterangan dari Pemegang Program TB, pasien telah selesai minum obat program TB, yaitu Obat Anti TB (OAT) selama 8 bulan secara rutin. Pemegang program menyerahkan MR kepada dokter dan juga menyampaikan keluhan-keluhan pasien diantaranya terjadinya batuk darah kepada dokter.

Dokter pun menyampaikan bahwa sudah mendapatkan penjelasan keadaan pasien dari pemegang program, dimana pasien ini penderita TB dan obat program TB sudah di stop.

"Pasien sudah dari tahun 2017 minum obat katagori II secara rutin/tidak mangkir, tetapi tanpa efek samping (mual/muntah tidak ada), sebenarnya ada kejanggalan apakah obat tersebut diminum atau tidak. Pemegang program menjelaskan, keluhan pasien batuk darah dan dokter juga memberikan penjelasan kepada pasien bahwa batuk darah ini wajar, karena pembuluh darah sudah rapuh, sehingga mudah pendarahan," tambah Subowo, yang juga Kepala Markas PMI Inhil ini.

Dokter pun memberikan resep obat anti pendarahan yaitu Asam traneksamat 2x2 tertulis di Simpus Asam mefenamat, Kotri forte 960mg 2x2 karena habis diberikan penggantinya Infantri 400mg 2x2, Vit C 3x1.

Setelah membaca resep di Simpus online, petugas apotek memberikan obat Asam mefenamat 1x1 danKotrimoxasol forte 900 mg 1x1. Petugas pun memberikan penjelasan sesuai program PIO (Pemberian Informasi Obat).

"Seharusnya minta tanda tangan setelah diberikan penjelasan. Sehubungan untuk laporan ke Dinas minta 10 sampel, maka pasien atas nama tersebut telah diberikan penjelasan, tetapi tidak dimintakan tanda tangan. Obat diberikan pukul 10.33 WIB, jika ada masalah akan memberikan efek samping kepada pasien 30-60 menit," lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan di Puskesmas Tembilahan Hulu itu, dikatakan Subowo, kesimpulannya adalah Puskesmas Tembilahan Hulu telah melaksanakan pelayanan sesuai urutan pelayanan dan penjelasan kepada pasien sudah dilaksanakan oleh pemegang program dan dokter.

"Sementara kesalahan obat asam mefenamat terkait dengan input data dari Simpus dan pasien meminta rujukan ke Puskesmas Gajah Mada, sehingga perlu dikrosscek ke Puskesmas Gajah Mada, waktu dan proses pelayanan di Puskesmas Gajah Mada serta juga kita akan melakukan kroscek ke RSUD Puri Husada Tembilahan, karena pasien akhirnya dirawat di RSUD," terangnya.

Kadiskes Inhil, Zainal Arifin bersama tim pencari fakta akan terus melakukan penyelidikan terkait kasus yang dilaporkan massa mahasiswa tersebut.(adv/diskominfops/lipo*7)



Berita Lainnya :
 
  • Kejari Inhu Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Makan & Minum MTQ Tahun 2017
  • DKP Inhil Gelar FGD Peningkatan Ekonomi Produktif Pelaku Usaha Perikanan
  • Ini Cara Meredakan Sakit Lutut Saat Tidur
  • MK Hentikan 14 Perkara Sengketa Pileg 2019, Satu dari Riau
  • Meriahkan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Bupati Inhil Ikuti Jalan Santai
  • Bupati Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Kayu Jati
  • MUI Riau Setuju Tes Narkoba Jadi Syarat Menikah
  • Lepas 303 JCH Kuansing Berangkat ke Tanah Suci, Ini Pesan Wabup Halim
  • Diikuti 211 Peserta MA, MTS dan MI, Kemenag Buka KSM Tingkat Kabupaten Bengkalis
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index