Selasa, 12 November 2019
Follow:
 
Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu

elpi | Advertorial
Jumat, 25/07/2019 | 14:20:12 WIB
PEKANBARU, LIPO - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution memberikan arahan sekaligus membuka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu di Riau, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (25/7/2019).

Dalam pidatonya Wagubri mengatakan pelaksanaan pemanfaatan dan pengolahan mangrove di Riau dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kelestarian lingkungan, berdampak sosial dan meningkatan ekonomi masyarakat.

"Sesuai dengan misi kami dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, karenanya perlu memperhatikan dan meningkatkan kualitas pengolahan sumber daya pesisir, laut, Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui program pengelolaan dan perlindungan ekosistem pesisir dan laut," ujarnya.

Edy menjelaskan, upaya yang telah dilakukan pemprov Riau ialah dengan melakukan pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di beberapa lokasi, seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

"Dalam rangka pengelolaan perairan, pesisir dan wilayah pulau terkecil, Pemprov Riau melalui Dinas Perikanan dan Kelautan telah menyusun RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Perairan, Pesisir, dan Pulau-pulau Terkecil) Sejak 2017. Saat ini sedang dalam proses perbaikan dokumen final Peraturan Daerah (Perda)," tambah Wagubri lagi.

Kerusakan hutan mangrove di Riau akibat deforestasi mencapai 32.970,99 Hektar (ha). Untuk itu Pemerintah Provinsi Riau mengajak masyarakat bersama-sama untuk terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan.

Tingginya tingkat abrasi di wilayah pesisir/perbatasan akibat karakter pantai timur yang pada umumnya berlumpur, juga berpengaruh pada kelestarian ekosistem hutan mangrove dan mengakibatkan bergesernya batas wilayah negara yang berdampak pada geopolitik, ekologi, dan ekonomi.

Pemprov Riau, ungkap Edy, telah melakukan upaya restorasi yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove tersebut melalui kegiatan-kegiatan penyelamatan lingkungan, yang juga berdampak sosial dan peningkatan ekonomi masyarakat, untuk mengurangi dampak penurunan fungsi hutan mangrove. (lipo*3/Advertorial Pemprov Riau)




Berita Lainnya :
 
  • Pemkab Siak Taja Temu Bisnis Kawasan Industri
  • Dari Militer ke Politik, Jendral Bintang Dua Ikut Penjaringan di PPP Inhu
  • Kunjungi Sekretariat DPC LBDH Tembilahan, Ini Pesan Wabup SU
  • Serahkan Perahu dan Alat Tangkap, Bupati Wardan Ingatkan Nelayan tak Perjualbelikan Bantuan
  • Sempena Hari Pahlawan, Andi Putra: Jadilah Pahlawan Masa Kini
  • Bakesbangpol Inhu Berikan Sosialisasi Pemilu Pada Pemilih Pemula Tahun 2019
  • Hingga 14 November SK Sekdaprov Belum Keluar, Masa Jabatan Ahmad Syah Diperpanjang
  • Novel Baswedan akan Laporkan Balik Dewi Tanjung
  • Kadisperindag: Pedagang di TPS Hos Cokroaminoto Dipindahkan
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index