Selasa, 20 November 2018
Follow:
 
4 Mitos Daging Kambing yang Sering Salah Kaprah

alfi | Lifestyle
Rabu, 22/08/2018 | 15:57:05 WIB
Jakarta, LIPO - HINGGA saat ini masyarakat masih banyak yang memercayai mitos dalam kehidupannya, termasuk mitos tentang makanan. Sebagai contoh, banyak masyarakat yang enggan memakan daging kambing karena dianggap dapat meningkatkan kolesterol dan memicu darah tinggi. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Kali ini Okezone akan membahas tentang mitos dan fakta seputar daging kambing. Simak ulasannya berikut ini seperti yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (22/8/2018) :

Menyebabkan darah tinggi

Dahulu kala daging kambing dianggap dapat menaikkan tekanan darah yang disertai oleh sakit kepala. Bahkan daging kambing dipercaya bisa menyebabkan kematian mendadak karena serangan stroke.

Namun faktanya, di dalam daging kambing terkandung lemak tidak jenuh yang memberikan dampak baik bagi tubuh. Selain itu, kandungan lemak jenuh pada daging kambing juga tidak begitu tinggi dan lebih rendah bila dibandingkan dengan daging sapi maupun kerbau.

Meningkatkan kadar kolesterol

Banyak nasihat yang mengatakan jangan terlalu banyak konsumsi jeroan kambing karena meningkatkan kadar kolesterol. Seperti yang diketahui, kolesterol tinggi dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Hal ini memang benar adanya. Jeroan mengandung mengandung purin yang tinggi dan lemak jahat. Keduanya cukup sulit untuk dicerna oleh tubuh dan berdampak pada penumpukan di saluran cerna maupun pembuluh darah. Inilah yang membuat jeroan dapat meningkatkan kadar kolesterol.

daging kambing

Meningkatkan gairah pria

Torpedo kambing seringkali diklaim sebagai obat kuat yang dapat meningkatkan gairah seksual pada pria. Namun hingga saat ini belum ada penelitian resmi yang mendukung pernyataan tersebut.

Peningkatan gairah seksual pada pria sebenarnya berkaitan dengan kadar hormon dalam tubuh yaitu testosteron. Ada makanan-makanan tertentu yang dapat meningkatkan kadar testosteron, slaah satunya ada;ah daging berprotein tinggi.

Pemotongan yang salah dapat menyebabkan bau prengus

Tidak sedikit masyarakat yang enggan memakan daging kambing karena baunya yang membuat mual. Ya, beberapa olahan daging kambing memang terkadang memiliki bau khas.

Tidak semua orang mampu menahan bau tersebut. Ada mitos yang beredar bila bau itu timbul karena cara pemotongan yang salah. Hal ini bisa dikatakan salah kaprah karena sebenarnya bau itu terjadi karena kambing dipotong dalam kondisi stres sehingga rasa dagingnya menjadi tidak enak. Maka dari itu, sebelum dipotong jangan menarik kambing secara paksa.(lipo*3/okz)





Berita Lainnya :
 
  • Empat Anggota PAW DPRD Pekanbaru Resmi Dilantik
  • DPRD Inhil Dukung Penuh Program Pemkab Bidang Pertanian dan Perkebunan Kelapa
  • Puluhan Massa APMI Datangi Gedung DPRD Inhil, Ini Tuntutannya
  • Jika Pusat Tak Turun Tangan, Pemko Pekanbaru akan Perbaiki Drainase di Jalan Sudirman
  • Syukuran di Kuansing, Syamsuar: Ini Rumah Bersejarah Bagi Kami
  • Naik 7,4 Persen, Pemko Pekanbaru Tetapkan UMK 2019 Rp2,762 Juta
  • Komisioner Petahana KPU Bengkalis Tidak Lulus Administrasi
  • Empat Orang Tewas Akibat Tabrakan Maut Antara Truk CPO dengan Mobil Travel di Jalan Lintas Duri
  • Tembilahan Hulu Ditetapkan Jadi Tuan Rumah MTQ Ke-49 Tingkat Kabupaten Inhil 2019
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index