Rabu, 27 Maret 2019
Follow:
 
Ternyata Pola Makan Mempengaruhi Gangguan Tidur

alfi | Lifestyle
Minggu, 04/11/2018 | 10:54:40 WIB
Jakarta, LIPO - Peneliti dari Northwestern University di Amerika Serikat menemukan bahwa peradangan yang dipercepat oleh pola makan mengganggu jam tubuh, berpotensi menyebabkan gangguan tidur. Para peneliti menentukan bahwa baik peradangan maupun jam tubuh dipengaruhi oleh faktor genetik yang sama, yang disebut NF-kappa beta (NFKB).

Dengan memicu serangkaian reaksi berantai di dalam tubuh, NFKB menyebabkan rasa sakit dan kerusakan jaringan yang terkait dengan penyakit radang, seperti radang sendi, misalnya.

Menurut para peneliti, NFKB juga memengaruhi jam tubuh, menurut laporan bustle, Minggu (4/11/2018) Kesimpulan mereka? Peradangan (yang mungkin disebabkan oleh asupan pola makan berlemak tinggi) dapat menyebabkan gangguan ritme sirkadian, sejenis gangguan tidur yang melibatkan pola tidur terganggu yang tidak sinkron dengan waktu bangun/tidur yang khas.

Para peneliti juga mengemukakan bahwa ritme sirkadian yang terganggu dapat menghubungkan diet dan penyakit, dalam kasus penyakit seperti diabetes, kanker tertentu, dan penyakit jantung yang sering dikaitkan dengan diet inflamasi.

"Kami tidak tahu alasannya, tetapi interaksi antara peradangan dan jam ini tidak hanya relevan untuk memahami bagaimana peradangan mempengaruhi otak dan siklus tidur-bangun tetapi juga bagaimana sel-sel kekebalan atau lemak bekerja," kata Hee-Kyung Hong, satu penulis penelitian dan lektor endokrinologi di Northwestern University.

Jadi, apa yang dianggap sebagai makanan yang menyebabkan peradangan? Menurut Harvard Health, makanan yang dapat menyebabkan peradangan termasuk karbohidrat olahan (seperti roti putih), makanan manis, bahan memasak seperti margarin dan lemak babi, dan daging merah dan olahan.

Makanan anti-inflamasi, sementara itu, termasuk ikan berlemak, kacang, tomat, minyak zaitun, dan sayuran berdaun hijau. Blueberry, apel, stroberi dan beberapa buah lain juga dapat memerangi peradangan.

Menurut Gurdian, ada makan yang mendukung tidur Anda menjadi nyaman, antara lain, makanan kaya kalium seperti pisang dapat membantu mengendurkan otot.

Sementara kalkun, ayam, lentil, tahu, tuna, telur dan ya, bahkan keju mengandung tryptophan dan vitamin B6 yang tinggi, dapat meningkatkan produksi hormon tidur melatonin.

Mengonsumsi serat dari biji-bijian, kacang-kacangan, buah beri, lentil, dan sumber-sumber lain juga dapat menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik.(lipo*3/okz)



Berita Lainnya :
 
  • Bersama Pihak Terkait, Sejumlah Anggota DPRD Riau Tahan Truk CPO PT Adei
  • Disdukcpil Kuansing Segera Cetak 10.650 Keping E-KTP
  • Pemkab Inhil Terima CSR dari Bank Riau Kepri
  • Fenomena Caleg dan Capres Jelang Pileg dan Pilpres
  • Bupati Inhil Lantik Pengurus TP-PKK dan Kukuhkan Pengurus K3S Periode 2018-2023
  • Dandim 0314/Inhil Komit Tingkatkan Silaturrahmi Dengan Seluruh Elemen Masyarakat
  • Pelantikan Tunggu SK Mendagri, Asri Auzar Resmi Gantikan Noviwaldi Jusman
  • Pengawas TPS Pucuk Rantau Diharapkan Bersikap Netral dan Tidak Arogan
  • Hadiri Malam Puncak HPN Riau 2019, DPRD Kuansing Apresiasi Kinerja PWI
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index