Rabu, 16 Oktober 2019
Follow:
 
Dr Boyke Ungkap Dua Tipe Perselingkuhan

alfi | Lifestyle
Selasa, 13/08/2019 | 10:38:13 WIB
JAKARTA, LIPO - Dalam kehidupan rumah tangga, ada saja masalah yang mungkin timbul. Salah satunya, perselingkuhan.

Menurut pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha SpOG, ada beberapa penyebab perselingkuhan pada pria dan wanita. Menurutnya, tak adanya lagi perhatian yang utuh kerap membuat perempuan berpaling dari pasangan.

Sementara itu, menurut Boyke, pria biasanya selingkuh karena bertemu wanita yang penampilannya lebih menarik dibandingkan pasangan sah mereka. Ia menjelaskan, pria secara biologis lebih kepada visual.

"Melihat pasangan yang menarik memberikan dia keinginan untuk berselingkuh," ujarnya.

Selain itu, Boyke mengungkapkan ada juga pria yang berselingkuh semata-mata karena tidak mendapatkan kepuasan biologis dari pasangannya. Ia lantas mengutip survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northup, dkk yang mengungkap penyebab lain wanita dan pria berselingkuh.

Survei itu menyebut perselingkuhan tercetus dari kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan. Sebanyak 70 persen pria dan 49 persen wanita memutuskan untuk berselingkuh karena faktor tersebut.

Sementara itu, The Janus Report on Sexual Behavior mencatat sebanyak 35 persen pria (satu dari tiga) mengaku pernah berselingkuh dari kekasihnya, sementara wanita selingkuh hanya 26 persen (satu dari empat). Data lain dari penelitian di Universitas Padjajaran menyebutkan bahwa dua di antara lima wanita karier berselingkuh dan dua di antara tiga pria berselingkuh.

Boyke menjelaskan bahwa perselingkuhan terbagi menjadi dua, yaitu perselingkuhan kering dan basah. Perselingkuhan kering dimulai dari saling berkirim pesan, makan bersama, pulang bersama bahkan sampai ada panggilan khusus, seperti sayang atau cinta, kepada orang yang bukan suami atau istrinya.

"Apalagi zaman sekarang, panggilan "beb, cinta, say" di antara teman-teman itu dinilai hal biasa. Temannya sudah akrab, kerja satu kantor. Itu disebut perselingkuhan kering," jelasnya.

Boyke mengatakan, mereka yang sudah menikah terkadang membawa mudah curhat dengan teman yang sering menyapanya dengan panggilan sayang. Ketika curhat masalah rumah tangga dengan lawan jenis, mereka pun rentan terjerumus dalam perselingkuhan.

"Karena orang kerja gitu kan, membawa masalah dari rumah ke kantor, masalah kantor ke rumah, ada berantem-berantem. Mulai curhat, gue lagi kesel sama laki gue nih. Ditenangin, mulai dipegang-pegang bahunya untuk menenangkan. Itu sudah mulai kan, dari kering ke semi basah dan akhirnya menjurus ke perselingkuhan basah, mulai berciuman," ungkapnya.

Rata-rata orang berselingkuh awalnya mengaku tidak berniat selingkuh. Namun, mereka berdalih keadaan membuatnya berselingkuh.

"Sekitar 20 sampai 30 persen perselingkuhan kering jadi perselingkuhan basah," ujarnya.

Perseligkuhan basah ini, menurut Boyke, akhirnya dapat berujung pada kehamilan tidak diinginkan yang kemudian diaborsi. Ada sekitar 2,3 juta aborsi yang sebagian disumbang oleh kehamilan karena perselingkuhan dan kehamilan remaja.

Selain itu, Boyke mengingatkan bahwa perselingkuhan juga bisa menyebabkan penyakit kelamin. Indonesia negara paling tinggi HIV AIDS di Asia Pasifik. Penyebab utamanya adalah seks bebas. Perselingkuhan juga menyebabkan ketidakharmonisan, perceraian, dan kanker serviks.(lipo*3/rol)





Berita Lainnya :
 
  • Bupati Siak Pimpin Dialog Forkopimda dengan Civitas Perguruan Tinggi Kab Siak
  • Temu Ramah Dengan Wartawan Kuansing, Kapolres Minta Dukungan Awak Media
  • Pemkab Inhil Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda dan Pers
  • Kepala Balai Bahasa Riau: PP Nomor 63 Tahun 2019 Harus Terus Disosialisasikan
  • LAM Riau Ajak Masyarakat Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres
  • Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu
  • Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan Pohang Techno Park Korea Selatan
  • Buka International Dragon Boat Festival 2019, Gubri Berharap Jadi Agenda Tahunan Riau
  • Diminta Kepala Bekraf, Gubri Presentasikan Ekonomi Kreatif di Jakarta
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index