Rabu, 16 Oktober 2019
Follow:
 
Kabut Asap Berpotensi Timbulkan Masalah Kesehatan, Ini Tips Tips yang Harus Dilakukan

alfi | Lifestyle
Sabtu, 14/09/2019 | 07:35:03 WIB
JAKARTA, LIPO - Masyarakat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi memiliki sejumlah masalah kesehatan. Hal ini seperti disampaikan Ketua Pokja Paru Kerja dan Lingkungan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Feni Fitriani Sp.P(K).

Menurutnya, asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengandung berbagai gas berbahaya seperti sulfur dioksida (SO), karbon monoksida (CO), Nitrogen Dioksida (NO2) dan Ozon Permukaan (O3).

Jika seseorang terpapar asap karhutla dalam jangka waktu yang lama, khususnya bila kandungan CO yang tinggi membuat darah kekurangan oksigen akan menyebabkan tubuh lemas hingga pingsan.

Untuk itu ia memberikan sejumlah tip untuk menjaga kesehatan warga di wilayah yang terkena kabut asap akibat kebakaran karhutla.

1. Minum air putih, makanan antioksidan
Warga disarankan untuk banyak minum air putih dan makan buah serta sayur yang kaya akan antioksidan.
"Banyak minum air putih, makan makanan yang bersifat antioksidan tinggi seperti sayuran dan buah berwarna oranye, makan buah jeruk, wortel yang banyak antioksidannya," kata Feni saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/9), mengutip CNNIndonesia.

2. Batasi keluar rumah
Menurut Feni, sebisa mungkin masyarakat menghindari paparan asap karhutla dengan cara membatasi aktivitas di luar rumah.

3. Pakai masker
Namun, menurutnya jika warga terpaksa keluar rumah, disarankan untuk menggunakan masker.

"Masker yang ideal N95, tapi setiap masker ada kekurangan kelebihan. Masker N95 perlindungannya bagus kalau dipakai dengan benar, harus ngga boleh bocor. Selain itu masker bedah yang hijau itu masih tetap ada efek perlindungan dibanding tidak pakai sama sekali," jelas Feni.

4. Jaga kualitas udara dalam rumah
Lantaran menyarankan warga untuk lebih banyak di dalam rumah, Feni juga meminta agar warga menjaga kualitas udara di rumah. Caranya dengan tidak membakar obat nyamuk ataupun merokok.

Selain itu ia juga menyarankan agar warga menjaga sirkulasi udara dalam rumah agar udara luar tidak banyak masuk ke dalam.

"Kalau di dalam rumah juga diatur sedemikian rupa supaya udara luar tidak masuk, diatur sirkulasinya," kata dia.

5. Penjernih udara
Alat penjernih udara dapat digunakan untuk membantu membersihkan asap karhutla yang masuk ke dalam rumah. Beberapa tipe pendingin ruangan atau AC juga mampu menyaring partikel udara 2,5 (PM2,5).

6. Segera periksa kesehatan
Masyarakat juga harus memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri agar efek buruk asap karhutla menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Apabila merasa tubuh kurang nyaman, segeralah periksakan di fasilitas kesehatan dan jangan tunggu hingga bertambah buruk.

"Waspada kalau keluhan pernapasan yang dirasakan menetap. Ada yang cuma sebentar setengah jam satu jam hilang sendiri, pertahanan tubuh masih bagus. Kalau ngga nyaman dan cenderung bertahan sebaiknya segera ke fasilitas kesehatan," terang Fenni.

Masyarakat yang sudah punya penyakit paru, penderita asma, orang-orang yang sesak napas karena dulunya perokok, orang lanjut usia, orang berpenyakit jantung adalah kelompok rentan yang akan lebih mudah terpengaruh dengan kondisi udara yang buruk.(lipo*3)



Berita Lainnya :
 
  • Arya Bisma Nugraha Raih Mendali Emas di Even Geo-Math-Competition UNICEF
  • Menteri PAN-RB Ingatkan ASN Jangan Bikin Gaduh dan Menyerang Pemerintah
  • Gubri: Pemprov Riau Akan Bangun Gedung Creative Hub
  • KPK Ciduk Wali Kota dalam OTT di Medan
  • Bupati Siak Pimpin Dialog Forkopimda dengan Civitas Perguruan Tinggi Kab Siak
  • Temu Ramah Dengan Wartawan Kuansing, Kapolres Minta Dukungan Awak Media
  • Pemkab Inhil Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda dan Pers
  • Kepala Balai Bahasa Riau: PP Nomor 63 Tahun 2019 Harus Terus Disosialisasikan
  • LAM Riau Ajak Masyarakat Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index