Rabu, 12 Desember 2018
Follow:
 
Aturan Sudah Kuno, Penggunaan Gadget di Pesawat Tak Lagi Pengaruhi Keselamatan

alfi | Tekno
Jumat, 28/09/2018 | 06:01:24 WIB
JAKARTA, LIPO - SAAT hendak lepas landas, biasanya para penumpang pesawat harus menaati serangkaian aturan penerbangan. Misalnya saja, mengenakan sabuk pengaman, tidak minum-minuman keras, menegakkan sandaran kursi ketika hendak lepas landas, dan masih banyak lainnya.

Deretan aturan selama penerbangan itu, penting untuk dipatuhi dengan tujuan demi keselamatan penerbangan dan penumpang. Bisa dijamin, meskipun sudah banyak orang yang terbang menggunakan pesawat, tidak sedikit dari mereka yang tahu jelas alasan dari aturan yang mereka patuhi itu.

Salah satu yang paling sering ditegur dan banyak dilakukan oleh penumpang pesawat ialah menyalakan atau memainkan gadget termasuk ponsel. Terkait hal ini, ternyata ada satu fakta yang mengejutkan ketika Anda ketahui di balik pelarangan penggunaan gadget ketika hendak lepas landas, berada di ketinggian, dan kondisi tertentu.

Dilansir Okezone dari laman The Sun, Jumat (28/9/2018), menurut seorang pilot easy jet, Chris Foster, mengungkapkan sebenarnya tidak ada alasan penumpang harus mematikan gadget atau barang elektronik, karena teknologi sudah jauh lebih maju.

Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebab sistem kontrol pesawat sudah sangat canggih, sehingga tidak akan menimbulkan gangguan apapun. “Peraturan-peraturan itu sudah bertahun-tahun lamanya sampai kami bahkan akhirnya memiliki barang-barang seperti iPad,” ujar Chris.

Lebih lanjut, Chris mengatakan sekarang penumpang pesawat dapat menggunakan perangkat dalam mode keselamatan penerbangan dan akan lebih banyak perubahan selama beberapa tahun ke depan. Akan tetapi, pernyataan Chris ini masih berbanding terbalik dengan fakta yang ada di lapangan, misalnya saja yang belum lama terjadi di Delta Airlines.

Juni lalu, seorang pramugari menegur delapan orang penumpang karena gagal mengaktifkan mode penerbangan pada telepon genggamnya. Petugas yang tidak disebutkan namanya itu terlibat perdebatan dengan seorang DJ, padahal menurut penumpang lainnya DJ itu telah mematikan perangkatnya.

Tidak hanya soal pengaktifan barang elektronik saja, para penumpang pun kerap ditegur oleh pramugari ketika lupa membuka jendela yang berada di samping kursinya. Tanpa penumpang tahu alasannya, mereka harus mematuhi serangkaian aturan ini.(lipo*3/okz)






Berita Lainnya :
 
  • Banjir di Kampar Kembali Makan Korban Jiwa, Saat Cari Ikan Hanyut Terbawa Arus
  • Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Nakhodai IKA STIT, STAI dan STAIN
  • Lepas 90 Peserta MTQ, Ini Pesan Bupati Kuansing
  • Basarnas Evakuasi Korban Banjir Yang Mengalami Keguguran
  • Sungai Kampar Meluap, Aktivitas Sejumlah Sekolah Lumpuh
  • KPPBC TMP C Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan 2017-2018 Senilai Rp3 M
  • Inhil Terima Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan dari Ombudsman RI
  • Tingkatkan Silaturahim dan Ukhuwah Islamiyah, IKJR Inhil Laksanakan Maulid Nabi
  • Abdul Wahid Serahkan Bantuan Ambulans dan Alat Fogging ke Puskesmas Kotabaru Seberida
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index