Selasa, 15 Oktober 2019
Follow:
 
Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Alat Pemurni Udara Habis Diborong Warga Pekanbaru

alfi | Daerah
Minggu, 22/09/2019 | 14:16:42 WIB
PEKANBARU, LIPO - Warga Kota Pekanbaru selama dua pekan terakhir banyak memburu alat pemurni udara (air purifier) mengingat bencana asap masih berlangsung di Ibu Kota Provinsi Riau ini.

"Saya sudah mendatangi lima toko elektronik tapi stok alat pemurni udara sudah habis semua," kata Wati, warga Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, Minggu.

Dia mengatakan, kalaupun alat itu ada, harganya sudah melambung hingga dua kali lipat dan harus pesan dulu.

Beberapa toko eletronik meminta konsumen meninggalkan nomor telepon agar bisa dihubungi ketika alat penjernih udara itu tiba.

"Saya sudah meninggalkan nomor telepon kemarin tapi hingga saat ini belum dihubungi," katanya.

Ivan, salah satu petugas toko elektronik di Jalan Tuanku Tambusai mengaku barang tersebut sudah laris diburu warga mengingat kualitas udara masih tidak sehat.

"Biasanya memang jarang yang beli alat ini. Mungkin ini ada bencana saja sehingga laris," katanya.

Kokoh salah satu pemilik toko elektronik di Jalan Harapan Raya mengaku biasanya hanya menyediakan maksimal dua alat di tokonya karena barang tersebut jarang yang beli saat kondisi normal.

"Sebenarnya ini barang tidak laku. Kami stok dua barang dalam setahun, itu pun susah lakunya. Cuma saat ini ada bencana asap saja sehingga banyak dicari orang," katanya.

Dia menuturkan alat pemurni udara ukuran kecil untuk ruangan 21 meter persegi dalam kondisi normal harganya sekitar Rp1,5 juta per unit.

Saat ini harganya melambung berkisar Rp2,7 juta hingga Rp3,5 juta untuk ukuran yang sama dengan beragam merek.

Mengingat banyaknya permintaan, Kokoh mengaku harus pesan ke Jakarta dan harus diantar menggunakan pesawat terbang agar lebih cepat sampai ke Pekanbaru. "Itu yang membuat harganya jauh lebih mahal," ujarnya.

Dia juga mengatakan pesanan ke Jakarta tidak bisa banyak karena banyak toko di Pekanbaru yang memesan alat serupa sehingga setiap toko biasanya hanya dikirimi dua unit saja.

Menurutnya, bencana asap tidak hanya terjadi di Kota Pekanbaru melainkan juga terjadi di Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan sehingga permintaan alat pemurni udara kian banyak.

Saat ini kualitas udara di Kota Pekanbaru tergolong sangat tidak sehat sesuai informasi Indeks Standar Pencemar Udara pada PM10 hampir menyentuh angka 300.

Akibat asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan, sekolah diliburkan selama dua minggu, PNS perempuan yang hamil dipekerjakan di rumah, banyak orang mengungsi serta ribuan orang terganggu kesehatannya.(lipo*3/ant)




Berita Lainnya :
 
  • Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu
  • Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan Pohang Techno Park Korea Selatan
  • Buka International Dragon Boat Festival 2019, Gubri Berharap Jadi Agenda Tahunan Riau
  • Diminta Kepala Bekraf, Gubri Presentasikan Ekonomi Kreatif di Jakarta
  • Antusias Masyarakat Tinggi, Ferryandi Harap Pemkab Inhil Bangun Gor Badminton yang Refresentatif
  • Tutup Inhil Badminton Open Turnament 2019, Wabup SU Harap Muncul Atlet Muda Berbakat
  • Gubri Pimpin FGD Rencana Penanganan Abrasi Bengkalis & Meranti
  • Daftar ke Nasdem Sebagai Balon Cabup Inhu, Notaris Siti Aisyah Siap Maju Pilkada 2020
  • Gubri Syamsuar Nonton Bareng Film Iqra' Bersama 250 Anak Yatim dari Siak dan Pekanbaru
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index