Rabu, 24 Oktober 2018
Follow:
 
Serunya Festival Perang Air di dalam Terowongan Air di Selatpanjang

elfi | Travelling
Jumat, 16/02/2018 | 20:27:11 WIB
Pekanbaru, LIPO-Festival Perang Air dalam perayaan Imlek 2018 di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, makin seru karena adanya terowongan air yang dibuat oleh pemerintah daerah setempat.

Berdasarkan pantuan Antara, di Selatpanjang, Jumat, terowongan air tersebut berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan rute berlangsungnya perang air. Pipa peralon sepanjang 30 meter ditempatkan di kanan-kiri jalan dan menyemprotkan air ke warga dan wisatawan yang melaluinya. Sumber air berasal dari delapan tangki penampung berkapasitas masing-masing sekiita 4.000 liter.

Air yang "ditembakan" dari pipa-pipa tersebut terlontar cukup tinggi sehingga terlihat seperti terowongan. Setiap orang yang melaluinya pasti basah.

"Makin seru karena ada terowongan air. Semoga terowongan airnya diperpanjang disemua rute perang air," kata warga Selatpanjang, Jhoni Suwandi (18).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, menargetkan bisa mendatangkan sedikitnya 21 ribu wisatawan nusantara dan mancanegara pada Festival Perang Air tahun ini.

"Kita menargetkan ada 21 ribu wisatawan yang bisa hadir, baik itu wisatawan lokal dan mancanegara," kata Ketua Festival Perang Air 2018, Uyung Permadi Salis.

Ia mengatakan wisatawan asing dari tujuh negara berencana untuk melancong ke Kota Selatpanjang mengikuti Festival Perang Air. Tamu yang akan datang berasal dari Afrika Selatan, Inggris, Jamaika, Thailand, Singapura, Malaysia dan Taiwan.

"Turis dari Afrika Selatan sudah datang, mereka sudah dua tahun berturut-turut ikut perang air," ujarnya.

Menurut dia, wisatawan lainnya akan datang pada puncak Imlek, yakni mulai dari tanggal 19 hingga 21 Februari.   
  
Selatpanjang merupakan kota di pesisir Riau yang selalu ramai saat perayaan Imlek karena sebagian besar populasi penduduknya adalah keturunan Tionghoa. Namun, perayaan Imlek di Selatpanjang berbeda dengan kota lainnya karena adanya tradisi perang air, atau yang dalam sebutan setempat "Cian Cui". Pemerintah Kabupaten Meranti mengemas "Cian Cui" sebagai festival sejak 2013
  
Tradisi perang air itu berlangsung setiap sore hari selama enam hari sejak Imlek, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 16 Februari 2018. Perang Air tersebut berawal dari permainan anak-anak setempat saat Imlek, dan tidak terkait ritual sehingga semua lapisan masyarakat bisa ikut meramaikannya.

Rute perang air melalui Jalan A. Yani, Tebing Tinggi, Diponegoro, Kartini dan Imam Bonjol. Acara ini berlangsung setiap sore hari sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

Untuk menjaga kebersihan, peserta perang air dilarang menggunakan air dengan kemasan plastik karena menimbulkan sampah di jalan.(lipo*3/ant)

   



Berita Lainnya :
 
  • Hujan Deras, Longsor Timbun Sejumlah Titik Jalan di Kampar
  • Bupati Inhil Peringati HCTPS Sedunia Bersama Siswa SDN 007 dan SDN 008 Tembilahan
  • Layanan Medevac Pesawat Permudah Evakuasi Pasien Emergency
  • Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Walikota Pekanbaru Akhirnya Penuhi Undangan Bawaslu Riau
  • Narkoba di Bandara SSK II Pekanbaru Terungkap dari Pembalut Wanita
  • Hujan Akibatkan Longsor di Jalan Riau-Sumbar
  • Kasus Pembakaran Bendera Tauhid, Polisi Periksa 3 Orang Saksi
  • Liburan ke Nepal, Dahi Merah Luna Maya Jadi Sorotan Netizen
  • 4 November Mendatang, Masyarakat Inhil Diajak Hadiri Peringatan HKN
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index