Kamis, 24 Januari 2019
Follow:
 
Objek Wisata Dakwah Okura Pekanbaru Operasionalkan 21 Kuda

alfi | Travelling
Sabtu, 24/11/2018 | 15:27:58 WIB
Pekanbaru, LIPO - Manajemen Wisata Dakwah Okura (WDO), kini mengoperasikan 21 kuda yang disewakan pada pengunjung yang berwisata dalam satu paket wisata berkuda dan memanah.

"Kami menawarkan tiga paket kelas menunggang kuda, pengunjung bisa memilih sesuai keinginan hingga bisa merasakan sensasi wisata berkuda tersebut," kata Umar Manager Operasional Wisata Dakwah Okura, dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Umar, sejumlah paket wisata berkuda yang ditawarkan mulai dari paket pertama Joy Ride atau paket wisata dengan tarif Rp30.000 untuk satu kali putaran.

Paket kedua, yakni privat lesson atau kelas privat selama 45 menit sebesar Rp150.000 disertai penjelasan teknik berkuda. Terakhir kelas Ridding School dengan biaya Rp1 juta selama delapan kali pertemuan dengan durasi satu kali pertemuan 45 menit.

"Sesuai dengan penawaran wisata berkuda-memanah, maka untuk kelas memanah, tersedia dua paket penawaran. Pertama paket 10 kali shot seharga Rp30.000 dan paket kedua sebanyak 20 kali shot dengan biaya Rp50.000 disertai pelatih," katanya.

Sedangkan bagi pengunjung yang berminat, tidak perlu repot memesan tiket pesawat tujuan luar negeri, karena Okura bukan kota di "Negeri Sakura" Jepang, melainkan Okura suatu desa kecil yang memiliki pemandangan alam asri nan sejuk di sudut Kota Pekanbaru, yakni  di Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

WDO yang sering disebut "Surga Sunnah" tersebut terletak 34 kilometer dari Bandara Sultan Syarif Kasim II arah utara. Wisatawan dapat menempuh jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau empat selama 45-60 menit perjalanan. Setelah melewati pusat perkotaan dan perbelanjaan Pekanbaru, wisatawan harus melewati Jembatan Siak yang menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru.

Sementara itu, 21 kuda yang mendukung WDO terdiri  atas beragam jenis, kuda hasil persilangan atau  lokal dari Sumatera Barat, Bandung, dan Bogor yang dibeli dengan harga mulai dari Rp60 juta-Rp100 juta lebih.

Masing-masing kuda memiliki variasi warna kulit yang berbeda, yakni cokelat, hitam, dan putih. Selain memiliki perbedaan warna, kuda-kuda tersebut ternyata memiliki nama yang unik layaknya nama manusia, di antaranya Haizum, Cantik, Faras, Columbus, Diamond, Jelita, dan Si Garang Zakaria.

"Dari 21 kuda tidak semua milik WDO, 30 persen kuda di sini adalah kuda titipan dari orang yang memiliki kuda tapi tidak memiliki kandang kuda dirumahnya," katanya.

Biaya penitipan kuda sama dengan biaya merawat kuda yang dimiliki WDO, yaitu Rp3,5 juta per bulan. Total biaya yang dikeluarkan WDO untuk perawatan kuda setiap bulan mencapai Rp73,5 juta, sedangkan biaya operasional tersebut sebagian diperoleh dari sumbangan dan donatur para wali santri serta para penitip kuda. Untuk biaya tambahan, pengelola mengandalkan pemasukan dari kelas berkuda dan memanah yang ditawarkan WDO.(lipo*3/ant)



Berita Lainnya :
 
  • Luncurkan DMIJ Plus Terintegrasi, Bupati Wardan Ungkap Telah Siapkan Berbagai Terobosan
  • KPUD dan Bawaslu Sosialisasi Pemilu 2019 di Makodim 0314/Inhil
  • Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan Hari Ini
  • DPRD dan Pemkab Bengkalis Kunjungi Bank Riau Kepri untuk Rencana Penambahan Modal
  • Gubri Terpilih Menginginkan Bank Riau-Kepri Murni Syariah
  • 3 Pemuda Ditangkap Ketahuan Bawa 15 Kg Sabu dari Malaysia Pakai Perahu Kayu
  • Waw, Kecipratan Uang Panas Proyek Meikarta, Puluhan Legislator Bekasi Dibidik KPK
  • Babinsa Koramil 02/KT Kopda Parman Edi Lakukan Giat Pemantauan Hama Cabai Rawit Di SMKN 1 Sentajo R
  • KPU Inhil Paparkan Bahan Kampanye Yanh Bisa Dimanfaatkan Caleg Saat Pileg
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index