Rabu, 16 Oktober 2019
Follow:
 
Objek Wisata Dakwah Okura Pekanbaru Operasionalkan 21 Kuda

alfi | Travelling
Sabtu, 24/11/2018 | 15:27:58 WIB
Pekanbaru, LIPO - Manajemen Wisata Dakwah Okura (WDO), kini mengoperasikan 21 kuda yang disewakan pada pengunjung yang berwisata dalam satu paket wisata berkuda dan memanah.

"Kami menawarkan tiga paket kelas menunggang kuda, pengunjung bisa memilih sesuai keinginan hingga bisa merasakan sensasi wisata berkuda tersebut," kata Umar Manager Operasional Wisata Dakwah Okura, dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Umar, sejumlah paket wisata berkuda yang ditawarkan mulai dari paket pertama Joy Ride atau paket wisata dengan tarif Rp30.000 untuk satu kali putaran.

Paket kedua, yakni privat lesson atau kelas privat selama 45 menit sebesar Rp150.000 disertai penjelasan teknik berkuda. Terakhir kelas Ridding School dengan biaya Rp1 juta selama delapan kali pertemuan dengan durasi satu kali pertemuan 45 menit.

"Sesuai dengan penawaran wisata berkuda-memanah, maka untuk kelas memanah, tersedia dua paket penawaran. Pertama paket 10 kali shot seharga Rp30.000 dan paket kedua sebanyak 20 kali shot dengan biaya Rp50.000 disertai pelatih," katanya.

Sedangkan bagi pengunjung yang berminat, tidak perlu repot memesan tiket pesawat tujuan luar negeri, karena Okura bukan kota di "Negeri Sakura" Jepang, melainkan Okura suatu desa kecil yang memiliki pemandangan alam asri nan sejuk di sudut Kota Pekanbaru, yakni  di Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

WDO yang sering disebut "Surga Sunnah" tersebut terletak 34 kilometer dari Bandara Sultan Syarif Kasim II arah utara. Wisatawan dapat menempuh jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau empat selama 45-60 menit perjalanan. Setelah melewati pusat perkotaan dan perbelanjaan Pekanbaru, wisatawan harus melewati Jembatan Siak yang menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru.

Sementara itu, 21 kuda yang mendukung WDO terdiri  atas beragam jenis, kuda hasil persilangan atau  lokal dari Sumatera Barat, Bandung, dan Bogor yang dibeli dengan harga mulai dari Rp60 juta-Rp100 juta lebih.

Masing-masing kuda memiliki variasi warna kulit yang berbeda, yakni cokelat, hitam, dan putih. Selain memiliki perbedaan warna, kuda-kuda tersebut ternyata memiliki nama yang unik layaknya nama manusia, di antaranya Haizum, Cantik, Faras, Columbus, Diamond, Jelita, dan Si Garang Zakaria.

"Dari 21 kuda tidak semua milik WDO, 30 persen kuda di sini adalah kuda titipan dari orang yang memiliki kuda tapi tidak memiliki kandang kuda dirumahnya," katanya.

Biaya penitipan kuda sama dengan biaya merawat kuda yang dimiliki WDO, yaitu Rp3,5 juta per bulan. Total biaya yang dikeluarkan WDO untuk perawatan kuda setiap bulan mencapai Rp73,5 juta, sedangkan biaya operasional tersebut sebagian diperoleh dari sumbangan dan donatur para wali santri serta para penitip kuda. Untuk biaya tambahan, pengelola mengandalkan pemasukan dari kelas berkuda dan memanah yang ditawarkan WDO.(lipo*3/ant)



Berita Lainnya :
 
  • Bupati Siak Pimpin Dialog Forkopimda dengan Civitas Perguruan Tinggi Kab Siak
  • Temu Ramah Dengan Wartawan Kuansing, Kapolres Minta Dukungan Awak Media
  • Pemkab Inhil Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda dan Pers
  • Kepala Balai Bahasa Riau: PP Nomor 63 Tahun 2019 Harus Terus Disosialisasikan
  • LAM Riau Ajak Masyarakat Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres
  • Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu
  • Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan Pohang Techno Park Korea Selatan
  • Buka International Dragon Boat Festival 2019, Gubri Berharap Jadi Agenda Tahunan Riau
  • Diminta Kepala Bekraf, Gubri Presentasikan Ekonomi Kreatif di Jakarta
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index