Rabu, 29 Januari 2020
Follow:
 
Ratusan Penumpang Lion Air Mengamuk di Bandara SSK II Pekanbaru

beye | Daerah
Jumat, 15/07/2016 | 15:47:54 WIB
PEKANBARU (Lipo)-Pengelola Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengaku crew atau petugas Lion Air salah memberi petunjuk pesawat kepada 215 orang penumpang yang akan membawa ke Jakarta dan berujung pengguna jasa mengamuk pada manajemen maskapai.

"Akibat insiden itu, penumpang jadi ngamuk. Akhirnya penerbangan tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sempat alami penundaan selama beberapa jam," papar Airport Duty Officer Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Ongah Hasnan Siregar di Pekanbaru, Jumat (15/7).

Dia berujar, insiden tersebut terjadi pada Kamis (14/7), di bandara setempat dengan nomor penerbangan JT 293 rute Pekanbaru-Jakarta dan jadwal keberangkatan atau waktu lepas landas sekitar pukul 17.00 WIB serta tiba di bandara tujuan pukul 18.50 WIB.

Kejadian itu bermula, saat penumpang melakukan proses boarding atau memasuki pesawat yang telah ditentukan menggunakan garbarata yakni Boieng 737-900 bernomor registrasi PK-LGZ.

Setelah penumpang masuk dan duduk di kursi dalam pesawat, lanjutnya, tapi tiba-tiba penumpang ke luar lagi menuju ruang tunggu, sebelum kemudian dipindah menggunakan pesawat baik jenis dan tipe yang sama dengan nomor registrasi PK-LGJ.

"Penumpang memang sempat akan diterbangkan dengan PK-LGZ. Namun, langsung dipindahkan dengan pesawat PK-LGJ. Jadi mereka tidak sempat menunggu terlalu lama," terangnya.

Aznil (47), suami penumpang yang berangkatkan isteri bernama Murniati dan seorang anaknya Siti Pupita Sari mengaku, insiden itu memakan waktu hampir 2 jam dengan kondisi seluruh penumpang ditelantarkan di terminal bandara.

"Penumpang baru disuruh naik ke pesawat sekitar jam 19.00 WIB, setelah sebelumnya menunggu di bandara. Saat naik pesawat pertama, terdengar suara speaker dalam pesawat mengumumkan, permintaan maaf karena pesawat ini belum dapat berangkat karena tidak dapat izin," katanya.

Belum lagi selama menunggu di bandara setempat, ucap dia, tidak tersedia jumlah bangku atau kursi yang memadai pada ruang tunggu di terminal keberangkatan dan berbagai kekurangan lainnya. "Fasilitas wifi bandara, lelet. Tempat charger telepon genggam kurang dan tidak dilengkapi tempat duduk di lokasi charger. Katanya bandara internasional, tapi sarana dan prasarananya, kelas kampung," terangnya.

"Jadi bisa dibayangkan, menunggu pesawat Lion 2 jam tanpa diberi makan dan minum dengan fasilitas yang kurang dari bandara," kata Aznil. (Lipo*2)

 
Sumber : Antara



Berita Lainnya :
 
  • Abdul Wahid Pertanyakan Kebijakan BBM 1 Harga
  • Dirjen Imigrasi Dicopot karena Dinilai Yasonna Lalai
  • Kelompok Tani Rimpian Makmur Kembangkan Kolam Budidaya Ikan Jadi Tempat Wisata
  • Soal Pembayaran Insentif RT/RW 2019 di Pekanbaru, Ini Kata Wako Firdaus
  • Antisipasi WNA Ilegal, Pemko Pekanbaru Gandeng Imigrasi
  • Analisa BMKG, Hari Ini, Hujan Disertai Petir akan Mengguyur Riau
  • Stadion Utama Riau Batal Gelar Piala Dunia U-20, Pemprov Riau Diminta Introspeksi Diri
  • Donor Darah PWI Riau Lampaui Target, Zulmansyah Sampaikan Apresiasi
  • Tingkatkan Disiplin dan Kemampuan Dasar Prajurit, Kodim 0314/Inhil Laksanakan Minggu Militer
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index