Senin, 20 08 2018
Follow:
 
Organisasi Wartawan di Sumbar Lawan Ancaman Kekerasan

beye | Daerah
Senin, 18/07/2016 | 14:01:58 WIB
PEKANBARU (Lipo)-Sejumlah organisasi wartawan di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengecam dan menyatakan sikap terhadap ancaman kekerasan dan pembunuhan yang diterima jurnalis di Kota Padang Panjang.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang, Zhu Qincay mendesak  Polda Sumatra Barat untuk mengusut tuntas pengamcaman tersebut. Terutama di wilayah hukum Polres Padang Panjang. Ia meminta Polda Sumbar memberikan perlindungan kepada pewarta yang menjalankan tugas, sebagaimana dijamin UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers.

"Mendesak Polda Sumbar dan Polresta Padang Panjang untuk mencari dan menangkap pelaku," kata Zhu dalam keterangan tertulis yang diterima Liputanoke, Senin (18/7).

Ia menegaskan, ancaman tersebut menjadi preseden buruk bagi penjaminan kebebasan berekpresi. Serta, merugikan masyarakat untuk memeroleh informasi yang akurat dari para pewarta di lapangan.

Berdasarkan kronologi yang diperoleh, Ketua PWI Padang Panjang Syamsoedarman menerima pesan singkat, "Sebagai ketua PWI Padangpanjang diminta mengingatkan sejumlah wartawan di Padangpanjang untuk tidak macam-macam". Pesan itu dikirim oleh nomor 082385101827 pada 11 Juli 2016 pukul 08.00 WIB.

Kemudian, pesan sama diterima sejumlah pewarta lainnya di Padang Panjang, antara lain, Jasriman (jurnalis Harian Singgalang), Paul Hendri (jurnalis Metro Andalas), Kamal Putra (wartawan Investigasi), Rifnaldi (wartawan Harian Rakyat Sumbar), Ryan Syair (wartawan Haluan).

Namun, pesan singkat yang diterima Paul Hendri dibubuhi kata ancam akan 'dimatikan'. Saat mencoba menghubungi, nomor ponsel tersebut tidak aktif.

Ancaman itu, berasal dari seseorang yang tidak dikenal. Diduga, ancaman tersebut terkait kasus dugaan korupsi biaya rumah tangga Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang yang kini diusut polresta setempat.

Pengancam, kemudian meminta para penerima pesan untuk mengkonfirmasikan isi pesan itu ke Kabag Humas Pemkot Padang Panjang, Ampera Salim. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan mengaku tidak tahu-menahu terkait hal itu.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatra Barat, John Nedy Kambang mengingatkan, tindakan pengancaman terhadap jurnalis dapat dikenai ketentuan pidana Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers. Yakni, dengan ancamannya pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, John mengatakan, pelaku merupakan salah satu ajudan pejabat Pemkot Padang Panjang. Dia pun meminta kepada wali kota, sekda maupun kepala BKD untuk memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya saat ini. (Lipo*2)



Berita Lainnya :
 
  • UNRI Beri Pelatihan Pembuatan Makanan Berbahan Baku Ikan di Desa Pulau Cawan
  • KPK Panggil Ketum PPP Terkait Kasus Mafia Anggaran
  • Lestarikan Permainan Tradisional, Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Festival Budaya Gasing
  • MUI: Umat Islam Jangan Ragu Puasa Arafah pada Selasa
  • MUI Pekanbaru Ingatkan Syarat Sembelih Hewan Kurban
  • Hewan Kurban Sehat di Bengkalis Dipasang Label
  • Dishub Bengkalis Optimalkan Pelayanan Sambut Lebaran Idul Adha
  • Ketua DPRD Inhil Sayangkan Tak Berkibarnya Bendera Merah Putih
  • Meriahkan HUT ke-73 RI, Bupati Inhil Apresiasi Berbagai Lomba Yang Digelar DWP
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index