Kamis, 18 Oktober 2018
Follow:
 
Organisasi Wartawan di Sumbar Lawan Ancaman Kekerasan

beye | Daerah
Senin, 18/07/2016 | 14:01:58 WIB
PEKANBARU (Lipo)-Sejumlah organisasi wartawan di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengecam dan menyatakan sikap terhadap ancaman kekerasan dan pembunuhan yang diterima jurnalis di Kota Padang Panjang.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang, Zhu Qincay mendesak  Polda Sumatra Barat untuk mengusut tuntas pengamcaman tersebut. Terutama di wilayah hukum Polres Padang Panjang. Ia meminta Polda Sumbar memberikan perlindungan kepada pewarta yang menjalankan tugas, sebagaimana dijamin UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers.

"Mendesak Polda Sumbar dan Polresta Padang Panjang untuk mencari dan menangkap pelaku," kata Zhu dalam keterangan tertulis yang diterima Liputanoke, Senin (18/7).

Ia menegaskan, ancaman tersebut menjadi preseden buruk bagi penjaminan kebebasan berekpresi. Serta, merugikan masyarakat untuk memeroleh informasi yang akurat dari para pewarta di lapangan.

Berdasarkan kronologi yang diperoleh, Ketua PWI Padang Panjang Syamsoedarman menerima pesan singkat, "Sebagai ketua PWI Padangpanjang diminta mengingatkan sejumlah wartawan di Padangpanjang untuk tidak macam-macam". Pesan itu dikirim oleh nomor 082385101827 pada 11 Juli 2016 pukul 08.00 WIB.

Kemudian, pesan sama diterima sejumlah pewarta lainnya di Padang Panjang, antara lain, Jasriman (jurnalis Harian Singgalang), Paul Hendri (jurnalis Metro Andalas), Kamal Putra (wartawan Investigasi), Rifnaldi (wartawan Harian Rakyat Sumbar), Ryan Syair (wartawan Haluan).

Namun, pesan singkat yang diterima Paul Hendri dibubuhi kata ancam akan 'dimatikan'. Saat mencoba menghubungi, nomor ponsel tersebut tidak aktif.

Ancaman itu, berasal dari seseorang yang tidak dikenal. Diduga, ancaman tersebut terkait kasus dugaan korupsi biaya rumah tangga Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang yang kini diusut polresta setempat.

Pengancam, kemudian meminta para penerima pesan untuk mengkonfirmasikan isi pesan itu ke Kabag Humas Pemkot Padang Panjang, Ampera Salim. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan mengaku tidak tahu-menahu terkait hal itu.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatra Barat, John Nedy Kambang mengingatkan, tindakan pengancaman terhadap jurnalis dapat dikenai ketentuan pidana Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers. Yakni, dengan ancamannya pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, John mengatakan, pelaku merupakan salah satu ajudan pejabat Pemkot Padang Panjang. Dia pun meminta kepada wali kota, sekda maupun kepala BKD untuk memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya saat ini. (Lipo*2)



Berita Lainnya :
 
  • 5.011 Pelamar Berebut Formasi CPNS Bengkalis, Ini Jadwal Pengumuman
  • Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas, Ini Imbauan Kasat Lantas Polres Kuansing
  • Rizal Ramli Laporkan Balik Surya Paloh, NasDem Tak Permasalahkan
  • Marsha Aruan Akan Kembali Bermain Film Horor
  • Paling Subur Sedunia, Wanita Asal Afrika Berusia 40 Tahun Ini Lahirkan 44 Anak
  • Pemkab Kuansing Kembangkan Kewirausahaan dan Ekonomi Lokal Melalui Program Inovasi Desa
  • Proyek Preservasi Jalan Nasional di Inhil Akan Segera Dilelang
  • Bupati Wardan Harapkan Qori & Qori'ah Bisa Bersaing Dalam Meraih Prestasi
  • Komnas HAM RI Bahas Masalah Peti Bersama Bupati Mursini
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index