Sabtu, 25 Januari 2020
Follow:
 
Pemulihan Taman Nasional Zamrud Libatkan Swasta

beye | Daerah
Selasa, 26/07/2016 | 18:04:58 WIB
Kawasan hutan gambut Restorasi Ekosistem Riau (RER) di Kampar Peninsula. APRIL umumkan tambahan investasi USD 100 juta untuk program Restorasi untuk 10 tahun ke depan/Ist
TERKAIT:
Siak (Lipo)-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melibatkan pihak swasta  untuk membantu pemulihan kawasan Taman Nasional Zamrud di Siak, Riau, serta sejumlah Suaka Margasatwa, yaitu Suaka Tasik Tanjung Padang di Pulau Padang, Tasik Besar Serkap, Tasik Serkap, dan Tasik Belat di Semenanjung Kampar.

Kesepakatan untuk membantu pemulihan kawasan konservasi  di area seluas 50 ribu hektare untuk dijadikan kawasan konservasi Kampar terpadu dicapai melalui penandatangan kerjasama (Memorandum Of Understanding/MoU) antara Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan  APRIL Group di Jakarta, tanggal 29 Juni 2016.

Terletak di hutan gambut seluas 31.480 hektare, Taman Nasional Zamrud sendiri merupakan taman nasional ketiga di Propinsi Riau.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 4 Mei 2016 mengubah status kawasan Suaka Margasatwa itu menjadi Taman Nasional Zamrud setelah diperjuangan selama 15 tahun sejak tahun 2001.

Taman Nasional Zamrud merupakan kawasan rawa gambut yang kaya akan keanekaragaman hayati. Di dalamnya terdapat burung Serindit Melayu (loriculusgalgulus) serta 12 jenis burung lain masuk dalam spesies dilindungi dalam daftar IUCN.

Taman Nasional Zamrud dibentuk sebagai upaya melindungi kawasan tersebut dari para penjarah hutan. Ketika masih menjadi suaka margasatwa, sangat sedikit pengamanan di sana.

Sebab, peraturan mengatakan suaka margasatwa tidak bisa dikelola pemerintah daerah. Penetapan kawasan ini sebagai taman nasional juga dianggap dapat memajukan ekonomi masyarakat yang hidup di sekitar taman nasional tersebut. Sebab, daerah itu memiliki kekayaan berupa potensi wisata dan sumber daya alam.

Managing Director APRIL Group Indonesia Operations Tony Wenas mengatakan,  pihaknya sangat senang dapat mendukung kegiatan pemulihan kawasan konservasi. Kerja sama itu dapat terwujud karena adanya kesamaan visi antara pemerintah dan APRIL Group untuk melindungi kawasan konservasi agar fungsi gambut tetap terjaga dari kerusakan dan penjarahan.

"Kami siap bahu-membahu dengan pemerintah untuk melakukan konservasi yang terfokus pada pengelolaan dan perlindungan dalam bentuk bentang alam,  " kata Tony Wenas.

Menurut Tony Wenas, kerja sama tersebut merupakan perluasan program Restorasi Ekosistem Riau (RER) di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang. RER merupakan merupakan kolaborasi antara APRIL, Group, Fauna & Flora International, dan LSM sosial BIDARA untuk merestorasi hutan gambut seluas 150 ribu hektare. Dalam kawasan RER terdapat 492 spesies tanaman dan hewan. (Lipo*2)




Berita Lainnya :
 
  • Wagubri Gelar Pertemuan dengan Ketua Eksekutif PPSPM Malaysia
  • PNS Tolak Pindah ke Ibu Kota Baru, Ini Kata Jokowi
  • Ketua KPU Siap Dipanggil KPK Terkait Kasus Wahyu Setiawan
  • Kejari Kumpulkan Rp3,2 Miliar Denda Tilang Warga Pekanbaru
  • Kapal Pengangkut 20 TKI Tenggelam, BP3TKI Pekanbaru: Ini Ulah Tekong
  • Komit Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkab Inhil Bangun Puskesmas Hingga ke Tingkat Desa
  • Satu Rumah Warga di Tembilahan Hangus Terbakar
  • Apeksi Delegasikan Wako Pekanbaru Sampaikan Kondisi Investasi di Daerah
  • Virus Corona Sudah Masuk Singapura, Masyarakat Riau Diminta Waspada
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index