Sabtu, 24 08 2019
Follow:
 
Ratusan Tenaga Medis Seruduk Kantor Gubernur Riau

beye | Daerah
Rabu, 27/07/2016 | 14:22:24 WIB
Pekanbaru (Lipo)-Ratusan tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat dan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad serta Petala Bumi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (27/7/2016).

"Dengan adanya peraturan Gubernur Riau Nomor 12 tahun 2016 kita tidak lagi mendapatkan jasa pelayanan. Sementara jasa pelayanan itu adalah hak dasar yang dilindungi undang-undang," kata salah seorang pendemo, Drg Burhanudin Agung dilansir Antara.

Menurutnya, keberadaan Pergub nomor 12 tahun 2016 telah melangkah undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya. Dalam Pergub tersebut pemerintah memberikan pilihan kepada karyawan fungsional maupun non fungsional dua pilihan.

Pilihan pertama adalah menerima Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) 100 persen namun tidak menerima jasa pelayanan. Selanjutnya pilihan kedua TPP 50 persen dengan jasa pelayanan.

Menurutnya, jika memilih TPP 100 persen, berarti menghilangkan makna profesi yang mana jasa pelayanan merupakan imbalan yang diterima tenaga medis atau hak tenaga kesehatan.

"Itu semua sudah tertuang dalam sejumlah Undang-undang kesehatan, kedokteran, keperawatan, Perpres dan Menteri Kesehatan," jelasnya.

Sementara itu, jika memilih opsi nomor dua maka tenaga medis merasa adanya diskriminasi karena sebagai tenaga medis di Rumah Sakit memiliki risiko pekerjaan yang sangat tinggi karena berhubungan dengan nyawa.

"Berbeda dengan PNS lainnya yang mungkin hanya menghadap kertas," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta agar dilakukan ditinjau kembali realisasi Pergub nomor 12 tahun 2016 tersebut. Terlebih lagi, mereka merasa tidak dilibatkan secara langsung oleh pemerintah setempat dalam membahas peraturan itu sementara tiba-tiba Pergub tersebut langsung disosialisasikan pada Maret-April 2016 dan diterapkan pada Juni.

Lebih jauh, sebelum menggelar aksi demonstrasi tersebut, Burhanudin mengatakan sebelumnya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak baik legislatif maupun eksekutif.

"Awalnya mereka menjanjikan akan selesai sebelum lebaran. Tapi sekarang tetap berlarut sehingga kita memutuskan menggelar aksi dan mendesak bertemu dengan Gubernur secara langsung," jelasnya.

Aksi yang digelar tenaga medis tersebut terpantau hanya dikawal sejumlah polisi. Tidak ada penjagaan ketat dalam aksi tersebut. Hingga berita diturunkan, massa masih berupaya menemui Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman guna menyampaikan aspirasi secara langsung. (Lipo*2)



Berita Lainnya :
 
  • Tabrak Tronton Parkir di Rohil, 5 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia
  • Lepas Kontingan O2SN Riau ke Semarang dan Aceh, Ini Harapan Gubri Syamsuar
  • Ancam Tembak Kasatpol PP Pekanbaru, Pejabat BNN Ngaku Cuma Bawa Pistol Air
  • Indonesia Pastikan Tiket Final Ganda Putra Kejuaraan Dunia
  • Juara Bertahan Siposan Rimbo dan Limbago Melaju ke Hari Ketiga, Singa Kuantan Tumbang
  • Dinilai Punya Potensi, Sekda Kabupaten Siak Bahas Usaha Ekonomi Kreatif
  • Cak Imin Restui Ade Agus Hartanto Maju di Pilkada Inhu 2020
  • Tinjau Puskesmas Sungai Salak, Wabup SU Harap Pelayanan di Fasyankes Ditingkatkan
  • Peduli Korban Kebakaran, Marlis Syarif dan MPI Bagikan 300 Nasi Bungkus
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index