Selasa, 23 Oktober 2018
Follow:
 
HUT Pekanbaru ke-234, Masyarakat Diajak Menggunakan Tanjak Hingga 26 Juni

alfi | Daerah
Sabtu, 19/05/2018 | 08:06:48 WIB
Pekanbaru, LIPO - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengimbau masyarakat untuk dapat menggenakan Tanjak atau penutup kepala khas masyarakat Melayu dalam berbagai kegiatan maupun acara.

"Ini salah satu cara keikutsertaan masyarakat Pekanbaru dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-234," ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru sekaligus Ketua Panitia HUT Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Jumat.

Ingot menjelaskan bahwa ajakan penggunaan tanjak tersebut memang sengaja dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota agar perayaan HUT Kota Pekanbaru di tahun 2018 dapat lebih semarak dan juga dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Pasalnya ia menilai bahwa masyarakat adalah pihak yang seharusnya menikmati serta ikut berpartisipasi dalam perayaan HUT kota mereka. Salah satunya ialah dengan "Gerakan Pekanbaru Bertanjak" yang rencananya akan dilaksanakan hingga tanggal 25 Juni mendatang.

Lebih jauh dijelaskan Ingot bahwa dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam perayaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dalam memiliki Kota Pekanbaru. Sehingga berbagai permasalahan yang mengancam keamanan serta ketertiban di Kota Pekanbaru dapat dihindari.

"Ini juga sebagai upaya menjaga keamanan Kota Pekanbaru. Dan menjaga keamanan itu bukan hanya tugas Polisi, TNI, Satpol PP saja. Namun yang terpenting adalah seluruh lapisan masyarakat. Kalau masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap Kotanya, pasti mereka akan menjaga kota itu," tegasnya.

Selain itu Ingot juga menjelaskan bahwa "Gerakan Pekanbaru Bertanjak" tersebut sebenarnya telah diresmikan pada tanggal 15 Mei dan dalam gerakan ini pihak Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengajak agar pegawai hotel dan perusahaan yang ada di Kota tersebut. Ia menambahkan bahwa "Gerakan Pekanbaru Bertanjak" tersebut juga bertujuan untuk menghidupkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Hal ini lantaran dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan Tanjak, diharap dapat membantu para pelaku usaha pembuatan tutup kepala khas masyarakat Melayu.

Kendati demikian, "Gerakan Pekanbaru Bertanjak" tersebut dijelaskan Ingot lebih kepada imbauan. Dalam hal ini tidak ada paksaan dalam penggunaan Tanjak tersebut. Dia juga mengatakan bahwa tidak ada paksaan dalam hal keseragaman pemakaian tanjak nantinya.

"Ini sekedar ajakan dan imbauan saja. Kalau mau tentu akan sangat bagus," pungkasnya.(lipo*3/ant)
   



Berita Lainnya :
 
  • KPK RI Kumpulkan Lima Kepala Bapenda di Bank Riau Kepri
  • Bupati Mursini Sampaikan 3 Langkah Strategis Saat Peringatan Hari Koperasi ke-71
  • Hadiri Doa Padang, Ini Harapan Bupati Kuansing pada Petani
  • Rampok di Sumber Jaya Kuansing, Todongkan Pistol ke Istri Korban, Uang Rp500 Juta Melayang
  • Dihantam Badai, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Selat Bengkalis
  • Pilih Pengurus Baru, PWI Kabupaten Bengkalis Gelar Konferkab IV
  • Disnakertrans Riau Tetapkan UMP Tahun 2019 Rp2.662.025
  • Diikuti 32 Grup, KomPOr GAS Gelar Tanding Gasing Bagi Pecinta Permainan Rakyat
  • Wakapolres Janji Akan Selidiki Tuntas Penyebab Kematian Erizin Warga Teluk Pinang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index