Minggu, 25 08 2019
Follow:
 
Mentristekdikti Tunda Pilrek UR Tanpa Kejelasan, Senat Lakukan Tiga Hal Ini

alfi | Daerah
Kamis, 06/12/2018 | 12:55:49 WIB
PEKANBARU, LIPO - Senat Universitas Riau (UR) bersama ketua Timsel Pemilihan Rektor (Pilrek) mengambil tiga langkah tegas atas penundaan sepihak yang dilakukan oleh Kementristekdikti atas pemilihan rektor UR selama berbulan-bulan.

Ketua Timsel Pilrek UR, Iwantono, mengatakan bahwa tiga langkah tegas itu adalah, pertama, membuat surat meminta klarifikasi pembatalan sepihak tersebut.

"Kedua, kita memberi waktu satu pekan penjadwalan ulang Pilrek yang sudah ditunggu-tunggu ini. Ketiga, ada tiga pernyataan dari rektor UR yang mendukung keputusan senat yang memberikan waktu selama satu pekan tersebut dan menerima hasil pemilihan. Nah dengan adanya pernyataan ini akan menguatkan langkah kita ke Kementerian," papar Iwantono.

Untuk semakin menguatkan langkah tersebut, Iwantono menjelaskan bahwa setelah dibuat, surat tersebut akan diantar langsung oleh anggota senat, tiga orang calon rektor, dan perwakilan mahasiswa.

"Dengan yang terjadi ini, ada juga masukan dari anggota senat untuk melaporkan hal ini kepada Ombusdman. Ada wacana ke arah sana," ujarnya.

Sementara, ketua senat UR, Adel Zamri mengatakan bahwa banyak hal yang merugikan UR atas tak terlaksananya pemilihan tersebut. Antara lain tanda tangan ijazah mahasiswa, serta penandatanganan SK.

Untuk diketahui, tiga bulan sebelum masa jabatan Rektor Prof Aras Mulyadi habis pada 9 September 2018 lalu, panitia sudah mengirimkan tiga nama bakal calon rektor pilihan senat, ke Menristekdikti untuk disahkan sebagai calon, kemudian dipilih.

Adapun nama ketiga bakal calon itu ialah, Prof Aras Mulyadi DEA Rektor saat itu yang juga dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika) UR. Kedua, Dr Deni Efizon, dosen Faperika UR. Dan terakhir Dr Zulkarnain dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Seperti diberitakan CAKAPLAH.com sebelumnya, pemilihan rektor Universitas Riau yang sedianya dilaksanakan hari ini, Rabu (5/12/2018) kembali ditunda. Padahal pemilihan rektor sudah ditunda sejak beberapa bulan yang lalu.

Kepastian penundaan pemilihan rektor diketahui setelah seluruh anggota senat universitas berkumpul.

Dikatakan Ketua Senat UR, Adel Zamri, pihaknya tidak bisa menjawab alasan dibatalkannya pemilihan rektor tersebut karena pihaknya juga tidak diberitahu secara resmi.



Berita Lainnya :
 
  • Abah SU Terima Kunjungan Panglima Tinggi dan Jajaran Pengurus LBDH
  • Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan, Pemda Akan Segera Cari Solusi Bagi Pedagang
  • Tabrak Tronton Parkir di Rohil, 5 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia
  • Lepas Kontingan O2SN Riau ke Semarang dan Aceh, Ini Harapan Gubri Syamsuar
  • Ancam Tembak Kasatpol PP Pekanbaru, Pejabat BNN Ngaku Cuma Bawa Pistol Air
  • Indonesia Pastikan Tiket Final Ganda Putra Kejuaraan Dunia
  • Juara Bertahan Siposan Rimbo dan Limbago Melaju ke Hari Ketiga, Singa Kuantan Tumbang
  • Dinilai Punya Potensi, Sekda Kabupaten Siak Bahas Usaha Ekonomi Kreatif
  • Cak Imin Restui Ade Agus Hartanto Maju di Pilkada Inhu 2020
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index