Rabu, 24 Juli 2019
Follow:
 
Dua Ditahan, Satu Tahanan Kota
Rompi Warna Pink Tandai Penahanan Tersangka Dugaan Korupsi di Dinas BPMD

Elfi | Hukrim
Rabu, 26/06/2019 | 13:56:44 WIB
Tiga Tersangka Mengunakan Rompi Warna Pink, Suratman Dengan Mengunakan Kacamata,tengah Safri Beny dan Selanjutnya Bariono/LIPO
TERKAIT:

Rengat, LIPO - Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu Resmi menahan tiga tersangka Dugaan Korupsi pada Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Indragiri Hulu, Selasa 25 Juni 2019.


Dugaan korupsi tersebut adalah Honor tenaga pendamping Desa dan Dana teransportasi pendamping Desa, Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam (SP) sebesar Rp.1.939.950.000.


Ketiga tersangka yang di tahan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu adalah Suratman, mantan Kepala Dinas BPMD Inhu, saat ini Suratman masih menjabat sebagai Asisten II di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu, Safri Beny, mantan Sekretaris BPMD Inhu dan Bariono, selaku mantan Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK).


Dari Tiga tersangka, hanya Suratman yang dilakukan Penahanan Kota dan dua tersangka Bariono serta Safri Beny ditahan di Rutan Rengat Kelas IIB.


"penahanan mulai hari ini dan 20 hari kedepan, untuk tersangka Suratman hanya di lakukan penahanan kota,xdisebabkan mengingat dan menimbang kondisi kesehatan Suratman memburuk atau sakit," ungkap Kajari Inhu Hayin Suhikto, yang didampingi Kasi Pidsus Latar Al Pasti dan Kasi Intel Bambang Saputra serta Dr Reza di ruang kerjanya.


Dari hasil keterangan pihak rumah sakit melalui Dr Reza, menjelaskan di ruangan Kejari Inhu saat siaran perss bahwa kondisi tersangka Suratman dalam kondisi tidak sehat, karena tersangka harus di lakukan pemeriksaan rutin oleh pihak medis.


"tidak saja menderita Gagal ginjal, Suratman juga menderita diabetes, hipertensi, anemia, hingga kurang darah lalu fungsi motorik yang sudah tidak berfungsi dengan normal," ungkap Dr Reza


Selain itu, Dr Reza juga sudah melakukan tanya jawab dengan pasien atas nama Suratman, agar menganjurkan dengan sangat agar pasien dilakukan rawatan secara intensif dan rutin.


"Penahanan kota juga ada yang menjamin, pihak keluargalah sebagai jaminannya," ungkap Kajari Inhu. (lipo*15)




Berita Lainnya :
 
  • 2 Karyawan dengan PT Sumber Kencana Inhu Akhirnya Tempuh Jalan Mediasi
  • Pelda Samsuir Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Kateman Goro Bersihkan Parit
  • Pilkades Serentak di Inhu Tahun 2019, ini Nama-nama Desanya
  • Golkar Suara Terbanyak, Ini Kreteria Ketua DPRD Inhu
  • Bupati Inhil Lepas 119 JCH Kloter 20 Menuju Embarkasi Antara Riau di Pekanbaru
  • Bupati Inhil Kunjungi Kantor Pengadilan Negeri Tembilahan
  • Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Bupati Inhil : Kejaksaan Telah Berjalan Idealis
  • Kajati: 21 Koruptor di Riau Masih Diburu
  • Bahas Anggaran Pilkada 2020, Bawaslu Riau Kunker ke Kuansing
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index