Rabu, 12 Desember 2018
Follow:
 
Rapat Hak Angket Dana Eskalasi di DPRD Riau Ricuh

beye | Politik
Kamis, 09/06/2016 | 22:30:48 WIB
PEKANBARU (Lipo)-Rapat paripurna istimewa yang di agendakan untuk membahas perubahan Tata Tertib (Tatib) dan pengumuman hak angket atas pembayaran eskalasi oleh Pemprov Riau diwarnai dengan berbagai instrupsi dari beberapa anggota dewan di gedung DPRD Riau.

Kericuhan bermula dari ketidakhadiran ke dua pimpinan sidang, Noviwaldy Jusman dan Sunaryo pada rapat paripurna. Beberapa anggota dewan mempertanyakan alasan mereka tidak datang dalam sidang kali ini.

"Yang satunya kabarnya sedang sakit, dan yang satunya tidak bisa hadir," jelas Wakil Ketua DPRD Riau, Manahara Manurung, selaku pimpinan, di Pekanbaru, Kamis.

Beberapa pendapat dan instrupsi keluar dari anggota dewan, Masnur menyatakan ada main kucing diantara pimpinan, karena tidak adanya komunikasi diantara mereka.

Sementara itu, Husni Thamrin menyatakan hal tersebut bisa terjadi karena ketidak lengkapan formasi dari pimpinan sidang. Telah lamanya kekosongan kursi ketua DPRD Riau. Ia bahkan menyatakan untuk itu fraksi Golkar segera mengajukan nama ketua jika sudah ada.
  
"Makanya Golkar segera ajukan nama ketua DPRD kalau memang sudah ada orangnya," ujarnya seperti dilansir Antara.

Sementara itu Masnur selaku dari fraksi Golkar membantah karena hal tersebut tidak ada hubungannya. Perang instrupsi semakin tidak terelakkan karena beberapa anggota dewan membawa-bawa fraksi dengan ketidak hadiran kedua pimpinan tersebut.

Sementara itu Manahara menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari anggota dewan kepadanya, bahwa tuduhan tidak adanya komunikasinitu salah.

"Tidak adanya saling komunikasi diantara kami bertiga itu salah, justru kami sudah koordinasikan hal tersebut kemarin. Namun dekat-dekat paripurna ini mereka tidak bisa dihubungi, handphonenya tidak aktif," jelasnya.

Berlangsung setelah itu, disepakati bahwa rapat paripurna di skor selama 10 menit oleh pimpinan sidang.

Setelah dilanjutkan dan masa skor dicabut, kembali beberapa instrupsi muncul dari anggota dewan karena masih belum hadirnya kedua pimpinan. Ada yang mengatakan sidang tidak bisa dilanjutkan, ada juga yang berkoar untuk tetap dilanjutkan.

 "Mengapa mereka tidak hadir. Apa ada ketakutan karena agenda hak angket. Ini ada kekacauan di tingkat pimpinan, ini ada apa sebenarnya? Kalau ketiga pimpinan tidak bisa menyelesaikan permasalahan, silahkan serahkan kepada pimpinan fraksi," ujar Muhammad Adil dalam rapat paripurna. (Lipo*2)





Berita Lainnya :
 
  • Banjir di Kampar Kembali Makan Korban Jiwa, Saat Cari Ikan Hanyut Terbawa Arus
  • Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Nakhodai IKA STIT, STAI dan STAIN
  • Lepas 90 Peserta MTQ, Ini Pesan Bupati Kuansing
  • Basarnas Evakuasi Korban Banjir Yang Mengalami Keguguran
  • Sungai Kampar Meluap, Aktivitas Sejumlah Sekolah Lumpuh
  • KPPBC TMP C Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan 2017-2018 Senilai Rp3 M
  • Inhil Terima Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan dari Ombudsman RI
  • Tingkatkan Silaturahim dan Ukhuwah Islamiyah, IKJR Inhil Laksanakan Maulid Nabi
  • Abdul Wahid Serahkan Bantuan Ambulans dan Alat Fogging ke Puskesmas Kotabaru Seberida
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index