Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
 
Konflik Memuncak, Ketua DPRD Karimun Polisikan 21 Anggota DPRD

beye | Politik
Minggu, 03/07/2016 | 03:53:57 WIB
KARIMUN (Lipo)-Muhamad Asyura yang menyatakaan masih menjabat Ketua DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, melaporkan 21 legislator setempat ke Markas Kepolisian Resor Karimun.

"Sebanyak 12 anggota DPRD Karimun saya laporkan ke polisi, Jumat, karena diduga telah mengunci ruangan kerja saya. Akibatnya saya tidak bisa melaksanakan tugas-tugas sebagai ketua," kata Muhamad Asyura di Tanjung Balai Karimun, Sabtu (2/7).

Ke-21 anggota dewan tersebut adalah mereka yang menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Asyura sebagai Ketua DPRD Karimun. Dan mosi tidak percaya yang dilayangkan tahun lalu itu berlanjut dengan keluarnya putusan Badan Kehormatan DPRD memberhentikan Asyura sebagai ketua.

Asyura menuturkan, dirinya melapor ke Mapolres Karimun di dampingi kuasa hukumnya Bambang Hardijusno dengan nomor Laporan Polisi LP-B/135/VII/2016.

Politikus Partai Golkar tersebut menduga kuat 21 anggota dewan tersebut tidak menginginkan dirinya duduk sebagai ketua namun tidak memiliki dasar hukum yang legal.

Dia menyatakan masih sah sebagai ketua, dan diperkuat dengan putusan sela PTUN Tanjungpinang terkait penundaan pemberlakuan SK Gubernur Kepri tentang peresmian pemberhentiannya sebagai ketua.

"Saya mengajukan gugatan ke PTUN karena saya yakin pemberhentian saya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata legislator dari daerah pemilihan Kundur tersebut.

Mosi tidak percaya 21 anggota dewan tersebut, menurut dia, tidak punya dasar hukum untuk memberhentikan dirinya sebagai ketua, sepanjang partai yang mengusung dirinya tidak mengeluarkan surat pemberhentian.

Asyura menilai, kisruh dengan 21 anggota dewan yang sudah berbulan-bulan lebih bersifat masalah pribadi, atau atas dasar suka atau tidak suka, bukan terkait kinerja dirinya sebagai pimpinan.

"Saya sudah beberapa kali meminta maaf sebagai niat baik agar masalah ini bisa selesai. Tapi kenyataannya mereka tidak menghormati putusan sela. Saya bahkan dicoret dari keanggotaan Badan Musyawarah," kata pria yang sudah dua periode menjabat anggota dewan tersebut.

Tindakan mengunci ruangan kerjanya, lanjut dia, merupakan satu upaya untuk menghalangi dirinya menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai pimpinan lembaga legislatif.

"Anehnya, setelah pintu dikunci. Rapat paripurna tiba-tiba batal, saya tidak tahu alasannya apa. Dan tadi, saya diusir Azmi (wakil ketua) ketika berusaha masuk ruangan tempat berlangsung rapat Bamus," katanya.

Ia mendesak kepolisian memproses oknum-oknum yang diduga mengunci pintu ruangan kerjanya sehingga dia tidak dapat melaksanakan tugas, fungsi wewenangnya sebagai ketua dewan. (Lipo*2/Rol)

Sumber : Antara



Berita Lainnya :
 
  • Gelar Penyuluhan, Umar Solikhan: Penulis Harus Memahami Keruntutan dalam Menulis
  • Pelayanan Kasda Pemkab Bintan Beralih ke Jaringan Kantor Bank Riau Kepri Kijang
  • Hujan Guyur Kota Bengkalis, Dandim: Titik Karhutla Sudah Mulai Padam
  • Tingkatkan Gemar Membaca, Dipersip Bengkalis Gandeng Gegama
  • Karya Bakti 2019, Kodim 0314/Inhil Akan Bedah 5 Rumah Warga Sungai Luar
  • Bawaslu Tegaskan Tak Boleh Kampanye di Medsos di Masa Tenang
  • DAK Fisik Kuansing 2019 Capai Rp131,5 Miliar, Ini Kata Mursini
  • Launching Aplikasi e-Sikap Versi Dua, Kadis Kominfo: Ini Fungsinya
  • Dinas PUPR Pekanbaru Diminta Segera Perbaiki Jalan Rusak
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index