Meskipun berjalan lancar, namun pelaksanaan Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil) s " />
Rabu, 24 Oktober 2018
Follow:
 
Petugas Kewalahan Tertibkan Pendukung Paslon saat Debat Publik Pilkada Inhil

Elfi | Politik
Selasa, 08/05/2018 | 19:37:08 WIB
TEMBILAHAN, LIPO - Meskipun berjalan lancar, namun pelaksanaan Debat Publik Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil) sempat diwarnai penertiban para simpatisan pasangan calon (paslon), yang menyusup masuk ke dalam ruang acara tanpa memiliki ID Card yang disediakan panitia.


Pasalnya, sesuai aturan Debat Publik yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Kamis (8/5/2018) pagi tadi, tempat acara harus steril dan membatasi jumlah simpatisan yang masuk. 


Berdasarkan aturan yang ditetapkan KPU, jumlah Tim Sukses (Timses) atau simpatisan debat paslon yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung acara hanya 25 orang, namun kenyataannya aturan itu diabaikan bagi pendukung yang ingin menyaksikan langsung moment tersebut. 


Untuk menghindari terjadinya hal/hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian harus menertibkan simpatisan salah satu paslon yang tidak memiliki ID Card. Tetapi sayangnya, meskipun aparat telah berusaha bertindak sesuai aturan, namun tetap saja mereka membandel dan terus berada dalam gedung. 


Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony melalui Kabag Ops, Kompol Maison mengakui adanya kelebihan jumlah simpatisan yang masuk. Ia menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya penertiban kepada simpatisan yang masuk tidak sesuai prosedur. 


"Kita (kepolisian, red) sudah sepakat dengan KPU, bagi yang tidak memiliki ID Card tidak boleh masuk ke tempat acara," tegas Kompol Maison. 


Namun kenyataannya, disesalkan Maison, ada simpatisan yang sudah masuk tetapi keluar lagi membagikan kembali ID Card miliknya kepada simpatisan lain di luar. 


"Tapi alhamdulillah, dengan cara humanis mereka yang masuk bisa menerima apa yang kita sampaikan. 

Meskipun masih ada tetap berada di dalam, tapi sebagian kita suruh keluar. Tujuannya tidak ada terjadi keributan dan suasana tetap kondusif selama debat berlangsung," pungkasnya. 


Sementara itu, Ketua KPU Inhil, Suhaidi saat dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut di luar dari pengawasannya.


"Tadi tidak terdeteksi secara pribadi. Besar kemungkinan tim pasangan calon ada yang doubling. Mungkin mereka simpatisan tapi juga tokoh masyarakat, sehingga secara faktual mereka lebih dari 25 orang," terangnya. (lipo*7)





Berita Lainnya :
 
  • Hujan Deras, Longsor Timbun Sejumlah Titik Jalan di Kampar
  • Bupati Inhil Peringati HCTPS Sedunia Bersama Siswa SDN 007 dan SDN 008 Tembilahan
  • Layanan Medevac Pesawat Permudah Evakuasi Pasien Emergency
  • Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Walikota Pekanbaru Akhirnya Penuhi Undangan Bawaslu Riau
  • Narkoba di Bandara SSK II Pekanbaru Terungkap dari Pembalut Wanita
  • Hujan Akibatkan Longsor di Jalan Riau-Sumbar
  • Kasus Pembakaran Bendera Tauhid, Polisi Periksa 3 Orang Saksi
  • Liburan ke Nepal, Dahi Merah Luna Maya Jadi Sorotan Netizen
  • 4 November Mendatang, Masyarakat Inhil Diajak Hadiri Peringatan HKN
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index