Senin, 18 Februari 2019
Follow:
 
Bawaslu Ajak Perangi Diskriminasi Disabilitas Saat Pemilu

alfi | Politik
Senin, 03/12/2018 | 11:23:26 WIB
Pekanbaru, LIPO - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau mengajak seluruh komponen masyarakat memerangi sikap diskriminatif terhadap disabilitas, terutama saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Bawaslu bertugas menjamin kualitas pemilu sesuai dengan peraturan perundangan. Silakan menyampaikan laporan ke Bawaslu bila mengalami diskriminasi," kata Amirudin Sijaya dari Divisi Hukum Bawaslu Riau, di Pekanbaru, Senin.

Hal tersebut disampaikan Amirudin menanggapi sikap diskriminatif yang diakui masih dialami oleh penyandang disabilitas.

Leni dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Riau dan beberapa rekannya mengaku diperlakukan diskriminatif, terutama saat akan memberikan hak suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Padahal mereka telah dinyatakan KPU memiliki kemampuan dalam proses pemungutan suara. "KPU menerima kami namun pihak TPS menolaknya," katanya.

Sementara itu, Neil Antariksa dari  Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Riau menekankan jangan sampai ada warga yang kehilangan hak pilih.

"Para penyandang disabilitas mental saja akan segera dimasukkan dalam hak pilih. Kelompok perempuan juga perlu menjadi perhatian karena jumlah pemilih perempuan sangat besar," ujarnya.

Secara umum, dia menjelaskan, terdapat 185 juta jiwa penduduk Indonesia yang memberikan hak suara dalam pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu. Setengah dari jumlah tersebut adalah perempuan.

"Di Riau, data pemilu perempuan Riau sekitar 3.8 juta orang," katanya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama melakukan pengawasan dan memerangi diskriminasi guna menyukseskan Pemilu 2019.

Berbagai komunitas di Pekanbaru yang tergabung dalam Koalisi Antidiskriminasi (Kasai) Riau melaksanakan serangkaian acara peringatan 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) 2018. Tema yang diusung adalah "Hapuskan Segala Bentuk Kekerasan Struktural, Wujudkan Pemilu Antidiskriminatif".

Puncak kegiatan adalah kampanye dan sosialisasi antikekerasan di arena Car Free Day (CFD) Pekanbaru, pada Ahad, 9 Desember 2018. Kampanye tersebut diisi dengan aneka kegiatan seni dan aktivitas olahraga," kata sekretaris panitia Liany.

"Harapan kami, perempuan semakin berani untuk berbicara mengatakan tidak kepada kekerasan, bersuara dan memahami hak dan kewajiban. Outputnya, kami ingin Indonesia damai," kata ketua panitia penyelenggara, Herlia Santi.(lipo*3/ant)





Berita Lainnya :
 
  • Pemko Pekanbaru Bakal Rekrut 322 P3K, Ini Syaratnya
  • Ini Pesan Gubri Wan Thamrin kepada ASN Saat Pimpin Apel Terakhir
  • Tak Lagi Difungsikan, Legislator Riau Usulkan Pujasera di Arifin Ahmad Jadi Pasar Seni
  • Ini Kata Aisyahrani Soal Kabar Pernikahan Syahrini dan Reino Barack
  • Menhub Janjikan Aturan Ojek Online Selesai Maret 2019
  • Seksinya Moderator Debat Pilpres Anisha Dasuki, Doyannya Cebar-Cebur di Kolam Pakai Bikini
  • Malam Ini TKD Jokowi dan BPP Prabowo Riau Gelar Nobar Capres Kedua
  • Begini Alur Debat Capres Kedua Malam Ini
  • Pertama dalam Sejarah Irak, Seorang Ibu Lahirkan Bayi Kembar Tujuh
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index