Rabu, 24 Juli 2019
Follow:
 
Golkar Disarankan Gelar Munas Sebelum Pelantikan Presiden

alfi | Politik
Sabtu, 06/07/2019 | 06:40:41 WIB
JAKARTA, LIPO - Internal Partai Golkar disarankan segera menggelar Musyawarah Nasional (Munas) sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Sebab, hal itu diyakini akan memberikan dampak positif pada segala sektor, utamanya dunia perpolitikan di Tanah Air

"Munas sebelum pelantikan justru menguntungkan pemerintah dan rakyat. Karena kalau setelah pelantikan diselenggarakan Munas, pasti terjadi ketidakpastian yang bisa mengguncangkan situasi," ucap pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Jika Munas Golkar sebelum pelantikan, lanjut Trubus, Jokowi bisa langsung berkoordinasi dengan ketua umum definitif. Dengan begitu, penyusunan menteri di kabinet dan program kerja bisa selaras berjalan.

"Artinya siapapun ketum partai bisa mengonsolidasikan barisannya ke Pak Jokowi," kata dia.

Ada sejumlah kerugian yang diterima pemerintah dan rakyat apabila Munas Golkar diselenggarakan setelah bulan Oktober 2019. Pertama, kata Trubus, Jokowi akan bingung untuk memilih menteri dari Golkar.

"Pak Jokowi kan tidak tahu ketua partainya siapa, sehingga Pak Jokowi akan bingung siapa calon menteri yang akan dipilih di kabinet," tuturnya.

Kedua, lanjut dia, ketidakpastian siapa Ketum Golkar akan memengaruhi laju kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin. Apabila menteri-menteri yang dipilih dari Golkar tidak selaras dengan ketua umum yang baru, maka hal itu membawa masalah dalam pelaksanaan program-program Jokowi-Ma'ruf.

"Kebijakan-kebijakan semakin kritis manakala kemudian orang-orang yang dipilih enggak nyambung dengan ketua partai yang terpilih nanti. Yang sekarang ini kan Airlangga Hartarto mendukung Jokowi, kalau misalnya nanti bukan Airlangga yang terpilih, pasti terjadi kerancuan," ujar dia.

Oleh karena itu, dirinya menyarankan Munas partai penguasa kedua di koalisi Jokowi-Ma'ruf itu dipercepat. Dia juga menganggap percepatan pemilihan ketua umum itu membawa Golkar ke arah yang lebih baik.

"Setidaknya ketua umum Golkar sudah definitif. Jadi nanti akan memberi kepastian dan bisa leluasa memberikan nama menteri yang akan bertugas di kabinet Jokowi nanti," katanya menandaskan.(lipo*3/okz)




Berita Lainnya :
 
  • 2 Karyawan dengan PT Sumber Kencana Inhu Akhirnya Tempuh Jalan Mediasi
  • Pelda Samsuir Bersama Forkopimcam dan Masyarakat Kateman Goro Bersihkan Parit
  • Pilkades Serentak di Inhu Tahun 2019, ini Nama-nama Desanya
  • Golkar Suara Terbanyak, Ini Kreteria Ketua DPRD Inhu
  • Bupati Inhil Lepas 119 JCH Kloter 20 Menuju Embarkasi Antara Riau di Pekanbaru
  • Bupati Inhil Kunjungi Kantor Pengadilan Negeri Tembilahan
  • Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Bupati Inhil : Kejaksaan Telah Berjalan Idealis
  • Kajati: 21 Koruptor di Riau Masih Diburu
  • Bahas Anggaran Pilkada 2020, Bawaslu Riau Kunker ke Kuansing
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index