Selasa, 15 Oktober 2019
Follow:
 
Tak Cukup Kursi di DPRD Riau, PPP Berkoalisi dengan Hanura dan Nasdem Bentuk Koalisi

alfi | Politik
Minggu, 08/09/2019 | 08:55:40 WIB
PEKANBARU, LIPO - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau untuk periode 2019-2024 kembali gagal membentuk fraksi sendiri setelah pada Pemilu 2019 lalu hanya bisa menempatkan 4 orang kadernya di DPRD Riau.

Padahal sebagai partai yang telah lama berdiri PPP selalu bisa membentuk fraksi sendiri di DPRD Riau, bahkan bisa menempatkan kadernya sebagai Pimpinan DPRD Riau.

Hal ini diakui Yuyun Hidayat, anggota DPRD Riau dari PPP yang baru saja dilantik, Jumat kemarin. Yuyun mengatakan, partainya harus berkoalisi dengan partai politik lainnya di DPRD Riau untuk membentuk satu fraksi. Kemungkinan PPP akan berkoalisi dengan Partai Nasdem dan Hanura.

"Kita (PPP) harus berkoalisi dengan partai politik lain yang tidak bisa membentuk fraksi sendiri. Kita akan berkoalisi dengan Nasdem yang memiliki 2 kursi, dan Hanura yang miliki 1 kursi. Hal ini sedang dalam pembahasan internal kami," kata Yuyun, Sabtu (7/9/2019).

Saat disinggung mengenai apa nama fraksi gabungan tersebut, dan siapa yang akan menjadi ketua fraksi, anak almarhum Azis Zaenal itu mengatakan masih dalam pembahasan.

"Untuk nama fraksi saya belum tahu, dan kalau untuk ketua fraksi juga belum. Tapi ya biasanya partai yang paling banyak jumlah kursinya (menjadi ketua)," tukas Yuyun.

Sebagaimana diketahui, setelah dilantik DPRD Provinsi Riau harus segera membentuk alat kelengkapan dewan, salah satunya adalah fraksi-fraksi.

Pada periode 2019-2024 ini diperkirakan jumlah fraksi di DPRD Riau hanya maksimal 8 fraksi, sebab ada tiga partai politik yang tidak bisa membentuk fraksi sendiri.

Ketiga partai politik tersebut adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hanya meraih 4 kursi, Partai Nasdem 2 kursi, dan Hanura 1 kursi.

Untuk membentuk fraksi sendiri partai politik harus memiliki minimal 5 kursi di DPRD. Sehingga partai yang tidak cukup kursi harus berkoalisi dengan partai lainnya dengan membentuk fraksi gabunga.

Sedangkan partai politik lain dipastikan akan membentuk fraksi sendiri karena memiliki kursi lebih dari yang disyaratkan. Partai tersebut adalah Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2019 di Riau yang maraih 11 kursi, disusul PDIP 10 kursi, Demokrat 9 kursi, Gerindra 8 kursi, PKS 7 kursi, PAN 7 kursi, PKB 6 kursi.(lipo*3/rmc/ckp)





Berita Lainnya :
 
  • Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu
  • Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan Pohang Techno Park Korea Selatan
  • Buka International Dragon Boat Festival 2019, Gubri Berharap Jadi Agenda Tahunan Riau
  • Diminta Kepala Bekraf, Gubri Presentasikan Ekonomi Kreatif di Jakarta
  • Antusias Masyarakat Tinggi, Ferryandi Harap Pemkab Inhil Bangun Gor Badminton yang Refresentatif
  • Tutup Inhil Badminton Open Turnament 2019, Wabup SU Harap Muncul Atlet Muda Berbakat
  • Gubri Pimpin FGD Rencana Penanganan Abrasi Bengkalis & Meranti
  • Daftar ke Nasdem Sebagai Balon Cabup Inhu, Notaris Siti Aisyah Siap Maju Pilkada 2020
  • Gubri Syamsuar Nonton Bareng Film Iqra' Bersama 250 Anak Yatim dari Siak dan Pekanbaru
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index