Rabu, 21 November 2018
Follow:
 
Dua Tersangka Korupsi Proyek Pipa Transmisi di Tembilahan Diperiksa

alfi | Hukrim
Jumat, 09/03/2018 | 17:38:57 WIB
PEKANBARU, LIPO-Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Mereka diketahui telah diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka beberapa waktu lalu.
 
Dua tersangka itu adalah Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut. Saat perkara masih dalam tahap penyelidikan, keduanya diketahui pernah dimintaiketerangan sebagai saksi. Setelah diyakini cukup bukti dan dilakukan gelar perkara, statusnya keduanya ditingkatkan menjadi tersangka.
 
Pasca penetapan tersangka, Penyidik kemudian kembali melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Hal itu sebagaimana diungkapkan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Riau, AKBP Edy Fariadi, Jumat (9/3/2018)." Sudah kita lakukan pemanggilan (untuk diperiksa sebagai tersangka) kemarin," ungkap Edy.
 
Dikatakan Edy, pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi berkas keduanya, sebelum dilimpahkan ke Jaksa Peneliti atau tahap I. "Jika telah dilimpahkan, kita akan menunggu penelitian berkas yang dilakukan Jaksa," imbuhnya.
 
Dalam perkara ini penyidiknya juga telah memintai keterangan belasan saksi. Para saksi yang diperiksa tersebut berasal dari berbagai kalangan, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), rekanan hingga pekerja proyek.
 
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan, dalam proses penyidikan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, yang saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau. Sejauh ini, katanya, belum tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru mendampingi dua orang yang telah ditetapkan sebagai pesakitan tersebut.
 
"Saksi-saksi itu diambil dari pihak-pihak yang melaksanakan proyek, baik dari pihak pemerintah maupun rekanan. Saksi bisa meningkat menjadi tersangka jika ada bukti keterlibatannya penyimpangan proyek tersebut," tegas mantan Kapolres Pelalawan itu.
 
Untuk diketahui, dugaan korupsi ini berawal dari laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat. Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi.(lipo*3/rmc)



Berita Lainnya :
 
  • 3 Orang Sudah Diperiksa Polisi Terkait Robohnya Tembok SDN 141 Pekanbaru yang Renggut 2 Nyawa
  • Antisipasi Penambahan Jumlah TPS, Ini yang Dilakukan KPU Riau
  • Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, PHBI Koto Sentajo Gelar Dzikir Bersama
  • Polisi Pekanbaru Sita Empat Kilogram Sabu-Sabu Dari Seorang Buruh Bangunan
  • Pemkab Bengkalis Regulerkan Tujuh Proyek Multiyears Dalam APBD 2019
  • Gerindra Persilakan SBY dan AHY Kampanyekan Prabowo-Sandi Mulai Maret 2019
  • Reino Barack Tak Tutupi Kedekatan dengan Syahrini
  • Hakim AS Jegal Kebijakan Imigrasi Trump
  • Hadapi MTQ Tingkat Provinsi, Pemkab Datangkan Pelatih Senior Melatih Kafilah Inhil
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index