Senin, 16 Juli 2018
Follow:
 
Dua Tersangka Korupsi Proyek Pipa Transmisi di Tembilahan Diperiksa

alfi | Hukrim
Jumat, 09/03/2018 | 17:38:57 WIB
PEKANBARU, LIPO-Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Mereka diketahui telah diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka beberapa waktu lalu.
 
Dua tersangka itu adalah Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut. Saat perkara masih dalam tahap penyelidikan, keduanya diketahui pernah dimintaiketerangan sebagai saksi. Setelah diyakini cukup bukti dan dilakukan gelar perkara, statusnya keduanya ditingkatkan menjadi tersangka.
 
Pasca penetapan tersangka, Penyidik kemudian kembali melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Hal itu sebagaimana diungkapkan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Riau, AKBP Edy Fariadi, Jumat (9/3/2018)." Sudah kita lakukan pemanggilan (untuk diperiksa sebagai tersangka) kemarin," ungkap Edy.
 
Dikatakan Edy, pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi berkas keduanya, sebelum dilimpahkan ke Jaksa Peneliti atau tahap I. "Jika telah dilimpahkan, kita akan menunggu penelitian berkas yang dilakukan Jaksa," imbuhnya.
 
Dalam perkara ini penyidiknya juga telah memintai keterangan belasan saksi. Para saksi yang diperiksa tersebut berasal dari berbagai kalangan, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), rekanan hingga pekerja proyek.
 
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan, dalam proses penyidikan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, yang saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau. Sejauh ini, katanya, belum tertutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru mendampingi dua orang yang telah ditetapkan sebagai pesakitan tersebut.
 
"Saksi-saksi itu diambil dari pihak-pihak yang melaksanakan proyek, baik dari pihak pemerintah maupun rekanan. Saksi bisa meningkat menjadi tersangka jika ada bukti keterlibatannya penyimpangan proyek tersebut," tegas mantan Kapolres Pelalawan itu.
 
Untuk diketahui, dugaan korupsi ini berawal dari laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat. Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp3.415.618.000. Proyek ini ditengarai tidak sesuai spesifikasi.(lipo*3/rmc)



Berita Lainnya :
 
  • Wakapolres Inhil Himbau Masyarakat Aktif Perangi Penyakit Masyarakat
  • Rabu Lusa, Kloter Kedua JCH Riau Menuju Embarkasi Batam
  • Polisi Periksa 9 Orang Terkait Perampokan di Jalan Rawamangun Pekanbaru
  • ABK Tewas Tenggelam di Sungai Empat Inhil
  • Pemkab Bengkalis Tanggung Biaya Domestik Calon Jamaah Haji
  • Anggota Timses Bagi-Bagi Bahan Baju pada Ibu-Ibu di Inhu Ditahan
  • Jelang Keberangkatan, JCH Inhil Diimbau Tetap Jaga Kesehatan
  • 230 JCH Bengkalis Dilepas di Duri dengan Prosesi Tepung Tawar
  • Sebulan Buron, Bandit Begal Angkutan Online Dibekuk Polres Kuansing di Lampung
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index