Minggu, 21 Oktober 2018
Follow:
 
Polisi Tetapkan Satu Tersangka OTT di Bengkalis

alfi | Hukrim
Rabu, 08/08/2018 | 13:38:47 WIB
Bengkalis, LIPO - Kepolisian Resor Bengkalis, Riau menetapkan satu tersangka berinisial ZE dalam operasi tangkap tangan (OTT) di SMP Negeri 5 Mandau beberapa waktu lalu.

"Kami sudah tetapkan ZE pegawai Tata Usaha SMP Negeri 5 Mandau Kabupaten Bengkalis sebagai tersangka dalam OTT tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, Bengkalis, Rabu.

Dia menjelaskan, untuk tersangka ZE belum ditahan, dan sejumlah saksi sudah diperiksa untuk dimintai keterangan oleh penyidik guna pendalaman kasus ini.

"Total uang sekitar Rp14.000.000 yang diamankan saat itu dari seluruh siswa baru yang masuk lewat belakang, dan perkara ini masih pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi," kata Andrie lagi.

Menurut Andrie, OTT ini dilakukan awalnya dari laporan masyarakat dengan modus uang penerimaan murid baru dan murid susulan atau murid pindahan pada SMPN 5 Mandau Kabupaten Bengkalis dengan alasan untuk pembelian baju seragam sekolah dan juga operasional sekolah lainnya.

"Dari laporan ini kemudian dilakukan penyelidikan dan kemudian berhasil mengamankan satu orang ZE dan sejumlah uang sebagai barang bukti," kata Andrie.

Dia menambahkan, setiap orang tua yang memasukkan anaknya dari sekolah lain atau pindahan dikenakan biaya sekitar Rp2.300.000, dan adanya permasalahan dari orang tua murid mengenai uang seragam sekolah.

Sebelumnya, Ketua Komite SMP 5 Mandau Jumaidi membenarkan adanya OTT itu. Malah dia juga mengaku dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan keterangan pada Unit Reskrim Polres Bengkalis di area Satlantas 125 Duri.

"Awalnya tak tahu ada OTT. Tapi tiba-tiba saya ditelepon polisi dan diminta datang ke Satlantas 125 untuk memberikan keterangan. Di situ saya tahu ada kasus OTT," ujar Jumaidi yang dipanggil hanya selang beberapa jam setelah OTT, Sabtu 28 Juli 2018.

Dia mengaku tak mengetahui pasti persoalan OTT itu. Tapi dari informasi yang didapatnya, OTT berlangsung ketika oknum TU tertangkap tangan tengah menerima uang PPDB yang masuk lewat 'pintu belakang'.

"Informasinya OTT terkait siswa masuk belakangan yang merupakan anak pindahan. Kalau tak salah orang tuanya membayar sekitar Rp2.300.000," kata Jumaidi lagi.

Karena ini menyangkut masalah pungli PPDB, ujar dia, akhirnya  puluhan orang tua siswa yang masuk belakangan ikut terpanggil juga. Begitu juga uang seragam yang kemudian dipermasalahkan

"Tidak hanya saya. Orang tua yang anaknya masuk belakangan juga dipanggil. Saya tahunya ada tetangga yang cerita orang tuanya dipanggil karena anaknya masuk belakangan," ujar Jumaidi lagi.(lipo*3/ant)





Berita Lainnya :
 
  • Axis Pop-Up Station Hadir untuk Mewadahi Anak Muda Kreatif di Pekanbaru
  • Warga Teluk Pinang Dihebohkan Penemuan Mayat Tergantung di Pohon Kelapa
  • Perdana, Atlet Anggar Inhil Sabet 4 Mendali di Kejurprov
  • 11 Kepala Daerah Ikut Deklarasi Dukung Capres, Ini Kata Ombudsman
  • 9.411 Pelamar CPNS Pekanbaru, Ini Formasi yang Minim Pendaftar
  • Bupati Bengkalis Hadiri Gelar TTG di Bali
  • Ikuti Kegiatan Teknologi Tepat Guna, Stand Bengkalis Pamer Berbagai Teknologi
  • Besok, Sepeda Nusantara 2018 di Pekanbaru akan Diikuti Ribuan Pegowes
  • Tunggakan Premi BPJS Kesehatan Pekanbaru Telah Mencapai Rp112 Miliar
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index