Sabtu, 22 09 2018
Follow:
 
KPK Kembali Panggil Dirut Pertamina Terkait Suap PLTU Riau-1

alfi | Hukrim
Kamis, 13/09/2018 | 12:15:49 WIB
JAKARTA, LIPO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Persero, Nicke Widyawati. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Nicke akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Perencanaan PT PLN. Dia akan diperiksa untuk proses penyidikan dua tersangka sekaligus yakni, Eni Maulani Saragih (EMS) dan Idrus Marham (IM).

Bos Blackgold Natural Johannes Kotjo Segera Disidang Terkait Kasus PLTU Riau-1
Tak hanya Nicke, KPK juga memanggil satu saksi lainnya, yaitu Bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk, Samin Tan. Pemanggilan kedua saksi tersebut merupakan penjadwalan ulang setelah mangkir dari pemeriksaan sebelumnya.

"Hari ini direncanakan penjadwalan ulang dua saksi dalam kasus PLTU Riau-1 untuk terangka EMS dan IM‎ yaitu, Nicke Widyawati dan Samin Tan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dinukil Okezone, Kamis (13/9/2018).

Menurut Febri, pihaknya membutuhkan keterangan dari keduanya untuk proses penyidikan kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang sedang berjalan.‎ "Keterangan kedua saksi tersebut dibutuhkan dalam penyidikan yang sedang berjalan," pungkasnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo, serta mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Eni sendiri diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.(lipo*3/okz)



Berita Lainnya :
 
  • Sindikat Curanmor di Masjid Dibekuk, Tiga Pelaku Anak di Bawah Umur
  • Ustadz Abdul Somad Disambut Antusias di Papua Barat
  • Nenek Berusia 104 Tahun Senang Dapat Bantuan dari Tim JB Polresta Pekanbaru
  • Jumlah Pemohon SKCK di Inhil Meningkat Jelang Pendaftaran CPNS
  • Polisi Musnahkan Narkoba Dari Malaysia Rp5,16 Miliar
  • 7.409 Honorer Pemrov Riau Dijaring BPJS Kesehatan Jadi Peserta JKN-KIS
  • 12 Media Terima Penghargaan Dari Bawaslu
  • Sat Reskrim Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
  • Sat Reskrim Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index