Sabtu, 16 Februari 2019
Follow:
 
Mogok Mengajar Meluas, Pemerintah Harus Respons Guru Honorer

alfi | Nasional
Rabu, 19/09/2018 | 10:45:25 WIB
JAKARTA, LIPO - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah segera merespons dan berkomunikasi dengan para guru honorer. Itu setelah meluasnya demo mengajar yang dilakukan guru honorer di beberapa daerah karena menolak ketentuan syarat batas usia mengikuti seleksi CPNS.

"Pemerintah harus segera merespons dan berkomunikasi dengan mereka untuk menjaga keberlangsungan pelayanan pendidikan yang mengandalkan banyak tenaga honorer," ujar Fikri kepada wartawan, Rabu (19/9).

Fikri mengatakan, persoalan tenaga honorer, khususnya K2, sebetulnya sudah dicarikan solusinya saat rapat gabungan pemerintah dengan DPR beberapa waktu lalu.

Ia mengungkap, kesimpulannya 458 ribu honorer K2 akan segera dicarikan solusinya dan DPR meminta agar tuntutan tenaga honorer tersebut dipenuhi pemerintah karena sudah pernah dijanjikan untuk jadi PNS seluruhnya.

"Hanya dengan pertimbangan sebagian dari mereka pada waktu sebelumnya sudah pernah diangkat PNS tanpa tes, data mereka juga dinamis dan pertimbangan kemampuan keuangan pemerintah yang terbatas, maka skema penyelesaiannya menjadi tiga," kata Fikri.

Pertama, kata Firki, bagi tenaga honorer yang memenuhi syarat perundangan yang ada, maka akan masuk seleksi CPNS. Kedua, bila tidak memenuhi syarat dan atau tidak lolos seleksi CPNS, maka akan diseleksi menjadi pekerja pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K).

Ketiga, bila tidak lolos dua skema di atas, akan diangkat menjadi tenaga dengan honor atau gaji sesuai UMK. Namun, terkait aturan tersebut, Fikri menilai pemerintah kurang menyosialisasikan kepada para tenaga honorer.

"Pemerintah terkesan tidak responsif dengan tuntutan mereka, tenaga honorer, sehingga wajar bila mereka mogok. Mereka sudah beberapa kali demo tidak hanya di daerah, namun juga sampai ke Senayan, Jakarta," kata politikus PKS tersebut.

Sebelumnya, aksi demonstrasi guru honorer sekaligus mogok mengajar guru honorer meluas di sejumlah daerah. Mereka akan melakukan mogok mengajar sampai tuntutan para guru honorer dikabulkan. Para guru menolak keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang mensyaratkan ketentuan usia bagi para guru honorer yang akan mengikuti seleksi CPNS.(lipo*3/rol)





Berita Lainnya :
 
  • Saat Rapat KOPEK, Bupati Inhil Nyatakan Komit Cari Solusi Problema Harga Kelapa
  • Pemprov Bantah Informasi Soal Surat Kawat Pengangkatan Pj Gubri dari Mendagri
  • Bantuan CSR Bank Riau Kepri, Masjid Raya Annur Riau Miliki 2.500 M2 Karpet Sajadah Baru
  • Daerah Pesisir Riau Mulai Dikepung Titik Api
  • Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, Wako Firdaus: Akan Percepat Program Strategis Pemerinta
  • Diduga Aniaya Pesepakbola U-17, Polisi Usut Oknum Wasit
  • Tak Dapat Izin Jenguk Vanessa Angel, Ini Yang Dilakukan Kekasihnya
  • Flyover Baru Diresmikan, Simpang SKA Malah Macet, Ini Penyebabnya
  • Wabup Halim Wakili Kuansing Apel Tiga Pilar di RTH Rengat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index