Senin, 18 Februari 2019
Follow:
 
Kejari Pekanbaru Tolak Penangguhan Penahanan Tiga Dokter Spesialis RSUD

alfi | Hukrim
Kamis, 06/12/2018 | 12:13:22 WIB
Pekanbaru, LIPO - Kejaksaan Negeri Pekanbaru menyatakan menolak penangguhan penahanan tiga oknum dokter spesialis RSUD Arifin Achmad yang terjerat dugaan tidak pidana korupsi pengadaan peralatan kesehatan.

"Tidak ada alasan kami untuk melakukan penangguhan penahanan," kata Kepala Intelijen Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Ahmad Fuady di Pekanbaru, Kamis.

Ia menjelaskan ketiga dokter tersebut tetap ditahan jaksa sampai berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru.

Permohonan penangguhan penahanan diajukan untuk dr Welli Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas dan drg Masrial yang diduga terlibat korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Arifin Achmad. Permohonan diajukan oleh sejumlah asosiasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Bedah Indonesia (IKABI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Menurut Fuad, Kejari Pekanbaru telah berupaya melakukan koordinasi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Uung Abdul Syukur terkait opsi penangguhan tersebut. Namun, dia mengatakan pihaknya tetap tidak akan melakukan penangguhan dan memperlakukan sama tersangka korupsi.

Ia menyatakan, saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) sedang menggesa penyelesaian dakwaan untuk tersangka. Selain tiga dokter, pada perkara itu jaksa penyidik juga menetapkan dua pengusaha sebagai tersangka, yakni Yuni Efrianti SKp selaku Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR) dan mantan anak buahnya Mukhlis.

"Kita akan mempercepat pelimpahan (berkas) ke pengadilan. Insya Allah dalam minggu ini," tuturnya.

Dalam proses penyidikan hingga menyandang status tersangka di Polresta Pekanbaru, kelima tersangka tidak ditahan. Meskipun mereka sudah berstatus tersangka sejak awal bulan Januari 2018 lalu.

Dalam perjalanannya, tiga dokter itu sempat mengajukan praperadilan terkait penetapan status tersangka. Namun, praperadilan itu ditolak oleh hakim pengadilan.

Dugaan korupsi ini berawal dari dianggarkannya pengadaan Alkes di RSUD Arifin Achmad Tahun Anggaran 2012/2013 senilai Rp5 miliar. Belakangan penegak hukum mencium sesuatu yang tidak beres pada salah satu bentuk kerjasama pengadaan alat itu, terutama kerjasama yang dijalin pihak rumah sakit dengan rekanan CV PMR.

Penyidik mendapati pengadaan Alkes tersebut tidak sesuai prosedur. Pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.

Namun dalam prosesnya, justru pihak dokterlah yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung, bukan kepada rekanan CV PMR.

Nama CV PMR diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan, dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan. Atas perbuatan para tersangka, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp420.205.222. Angka ini berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP Riau.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(lipo*3/ant)




Berita Lainnya :
 
  • Pemko Pekanbaru Bakal Rekrut 322 P3K, Ini Syaratnya
  • Ini Pesan Gubri Wan Thamrin kepada ASN Saat Pimpin Apel Terakhir
  • Tak Lagi Difungsikan, Legislator Riau Usulkan Pujasera di Arifin Ahmad Jadi Pasar Seni
  • Ini Kata Aisyahrani Soal Kabar Pernikahan Syahrini dan Reino Barack
  • Menhub Janjikan Aturan Ojek Online Selesai Maret 2019
  • Seksinya Moderator Debat Pilpres Anisha Dasuki, Doyannya Cebar-Cebur di Kolam Pakai Bikini
  • Malam Ini TKD Jokowi dan BPP Prabowo Riau Gelar Nobar Capres Kedua
  • Begini Alur Debat Capres Kedua Malam Ini
  • Pertama dalam Sejarah Irak, Seorang Ibu Lahirkan Bayi Kembar Tujuh
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index