Sabtu, 15 Desember 2018
Follow:
 
Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

alfi | Hukrim
Kamis, 06/12/2018 | 15:50:27 WIB
JAKARTA, LIPO - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair tiga bulan kurungan terhadap Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola.

‎Hakim meyakini Zumi Zola terbukti bersalah menyuap anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,34 miliar. Zumi Zola juga terbukti menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha di Jambi.

"Mengadili, telah terbukti secara sah dan bersalah ‎melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Yanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).
 
Adapun hal-hal yang memberatkan putusan terhadap Zumi Zola, yakni karena perbuatannya bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya sedang memberantas korupsi.

Sedangkan yang meringankan, Zumi Zola mengakui dan menyesali perbuatannya‎. Kemudian sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan telah mengembalikan uang ke KPK sebesar Rp300 juta.

Putusan Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK. Sebelumnya, Jaksa menuntut Zumi Zola dengan pidana delapan tahun penjara. Politikus PAN tersebut juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Setelah melakukan pertimbangan dengan kuasa hukumnya, Zumi Zola menerima putusan tersebut. "Terima kasih yang mulia, saya menerima putusan," singkat Zumi Zola.

Hakim meyakini bahwa Zumi Zola terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp44 miliar dan satu unit mobil Alphard. Gratifikasi tersebut berasal dari Afif Firmansyah Rp34,6 miliar, Asrul Pandapotan Rp2,7 miliar, dan Arfan Rp3 miliar, US30 ribu, serta SGD100 ribu.

Menurut Hakim, gratifikasi itu digunakan Zumi Zola untuk melunasi utang-utangnya saat kampanye sebagai calon Gubernur Jambi. Zumi Zola juga dinilai telah mengalirkan uang tersebut untuk keperluan adiknya, Zumi Laza yang akan maju sebagai calon Wali Kota Jambi.

Hakim juga menyatakan bahwa Zumi Zola bersalah telah menyuap anggota DPRD Jambi sebesar Rp16,34 miliar. Uang Rp16,34 miliar tersebut diduga untuk memuluskan ketok palu Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Jamni tahun anggaran 2017-2018.

Terkait perkara gratifikasi, Zumi Zola dinyatakan bersalah melanggar Pasal ‎12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP

Sedangkan untuk perkara suap, Zumi Zola dinilai melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.(lipo*3/okz)



Berita Lainnya :
 
  • Ternyata Ini Alasan LAM Riau Beri Jokowi Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara
  • Ternyata Ini Alasan LAM Riau Beri Jokowi Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara
  • Disambut Gubri dan Ketua DPRD Riau, SBY Salat Jumat di Masjid Bandara SSK II
  • Pemkab Inhil Raih Penghargaan Pembina KUR Terbaik 2018
  • Baru 14,7 Persen UMKM Riau Manfaatkan KUR
  • Enam Warga Meninggal Dalam Bencana Banjir Riau
  • Gerakan Anti Hoax Goes to School Isi Masa Libur Al Huda
  • Ingin Sukses, Marlis Syarif Ingatkan Siswa Patuhi dan Hormati Orangtua dan Guru
  • Gelar Seminar dan Talk Show, Fokus Ornop Inhil Datangkan Ketua KY
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index