Minggu, 21 Juli 2019
Follow:
 
Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Bachtiar Nasir

alfi | Hukrim
Rabu, 08/05/2019 | 15:32:56 WIB
JAKARTA, LIPO - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai tersangka. Mantan ketua gerakan nasional pengawal fatwa (GNPF) MUI ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencucian uang dana yayasan keadilan untuk semua.

Dalam sebuah rekaman video, Bachtiar mengatakan bahwa kasus dana yayasan tersebut merupakan kasus pada 2017 lalu. Pada saat itu, ia juga turut diminta keterangan oleh penyidik masih sebagai saksi.

Oleh karenanya, Bachtiar mengaku banyak muatan politis ketika kasus tersebut diangkat lagi saat ini dan menetapkan ia sebagai tersangka.

UBN pun menanggapi penetapan status tersangkanya dengan tenang. Ia juga mengaku akan memberikan keterangan kepada penyidik dengan jujur dan adil.


“Ini masalah lama, 2017, dan ini tentu sangat politis, namun tentu saya harus jujur dan adil juga jika ingin menegakkan keadilan dan kejujuran,” kata Bachtiar dalam sebuah rekaman video.

UBN mengumpamakan dengan sebuah sapu yang digunakan untuk membersihkan suatu ruangan maka harus menggunakan sapu bersih. Karena jika menggunakan sapu yang kotor, kata dia, maka tidak mungkin dapat membuat ruangan tersebut menjadi bersih.

“Termasuk ruang Indonesia yang kita ingin bersihkan dari berbagai macam bentuk kecurangan dan ketidakadilan,” ujarnya.

Bachtiar juga mengaku siap menerima risiko apapun atas tuduhan tindak pidana pencucian uang yang dialamatkan kepadanya. Namun dia juga tidak akan pasrah begitu saja, dan akan memperjuangkan haknya.

“Insya Allah, Allah selalu bersama dengan orang yang sabar dan saya siap mengambil semua resiko atas semua tuduhan ini, termasuk risiko memperjuangkan hak saya ketika saya menghadapi persekusi atau kriminalisasi-kriminalisasi seperti ini,” kata dia.

Kendati pada panggilan perdananya sebagai tersangka, Bachtiar tidak bisa datang, ia memastikan akan memberikan penjelasan dan memberikan hak jawabnya setelah penatapan tersangka tersebut.

“Di negeri yang katanya demokrasi ini saya harus memberikan hak jawab, dan insha Allah saya mantap dengan apa yang akan saya jawab (dalam pemeriksaan nanti), walau saya tidak tahu apakah hukum juga ditegakkan secara adil dan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Republika.co.id sudah mengonfirmasi kebenaran dari video kepada pengacara Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, pada Rabu (8/5). Video itu pun diperkenankan untuk dikutip. "Iya silahkan (dikutip)," ujar Aziz ditemui di Mabes Polri.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Lepas 303 JCH Kuansing Berangkat ke Tanah Suci, Ini Pesan Wabup Halim
  • Diikuti 211 Peserta MA, MTS dan MI, Kemenag Buka KSM Tingkat Kabupaten Bengkalis
  • Limbago Sakti Rantau Kuantan Juara Rayon II di Tepian Rajo Pangean
  • 5 Orang Jadi Korban, Masyarakat Diingatkan Waspada Anjing Gila
  • Hitungan Hari, KPU Segera Tetapkan Dewan Inhu Terpilih
  • Bahas BDT, IKKS Pekanbaru dan Pemkab Kuansing Gelar Diskusi
  • Divonis Bersalah Kasus Karhutla, Menteri LHK: Justru Pak Jokowi Membenahi yang Salah-salah
  • Karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis Terus Meluas, Ini Penyebabnya
  • Kaget, Saat Cek Saldo di ATM, Tiba-tiba Saldo Rekening Nasabah Bank Mandiri Tiba-tiba Kurang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index