Minggu, 22 09 2019
Follow:
 
Mantan Pejabat Analis Kredit BJB, Indra Hutahuruk Akhirnya Penuhi Panggilan Kejari Pekanbaru

alfi | Hukrim
Rabu, 10/07/2019 | 21:46:57 WIB
PEKANBARU, LIPO - Setelah sebelumnya sempat mangkir dari panggilan Jaksa, akhirnya Indra Oesmar Gunawan Hutahuruk  memenuhi undangan tim penyelidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Rabu (10/7).

Kendati terlambat dari jadwal yang dilayangkan Jaksa, namun proses klarifikasi terhadap mantan pejabat Analisis Kredit di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru itu tetap dilakukan.

Klarifikasi terhadap Indra Hutahuruk tersebut merupakan proses permintaan lanjutan yang dilakukan Korps Adhyaksa Pekanbaru dalam rangka penyelidikan dugaan pengalihan agunan kredit di bank tersebut. Sebelumnya, dia juga pernah dimintai keterangan.

“Kita masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan (Indra Hutahuruk,red) dalam penyelidikan perkara ini,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, seperti dilansir dari Haluanriau.co, Rabu (10/07/2019).

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, proses klarifikasi terhadap Indra dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Waktu tersebut molor dari jadwal yang telah ditetapkan, karena yang bersangkutan terlambat hadir.

Sebelum klasifikasi dilakukan, wartawan mencoba mewawancarainya. Saat itu, Indra kembali memilih bungkam. Tidak ada satupun pertanyaan yang dijawab Indra yang juga pernah menduduki jabatan sebagai manajer di bank tersebut. Termasuk pertanyaan, alasan dia mangkir pada pemanggilan sebelumnya.

Sebelumnya, Indra telah beberapa kali dipanggil. Teranyar, undangan yang dilayangkan belum lama ini, tidak diindahkannya. Padahal, undangan itu diketahui telah sampai ke tangannya.

Selain Indra, dalam penyelidikan perkara ini sejumlah pihak juga telah dilarifikasi. Seperti terhadap Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta. Keduanya diklarifikasi pada Rabu (22/5) kemarin.

Selain nama-nama yang disebutkan di atas, proses klarifikasi juga akan dilakukan terhadap Dani Sutarman. Dia adalah mantan Pimcab BJB Pekanbaru tahun 2014 lalu.

Dari data yang dirangkum, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain.(lipo*3/hrc)



Berita Lainnya :
 
  • Etape 4 Tour de Siak Berlangsung Sengit
  • Turun ke Lokasi, Dandim 0314/Inhil Harap Prajurit TNI Ikhlas Jalankan Tugas Padamkan Karhutla
  • Marlius Kembalikan Berkas Ke PDIP Sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Inhu
  • Kabut Asap Tak Kunjung Hilang, Alat Pemurni Udara Habis Diborong Warga Pekanbaru
  • KLHK Segel 52 Perusahaan Penyebab Karhutla
  • Sekda Inhu Lepas Pawai Taaruf MTQ ke-49, Ini Harapannya
  • KPK Perpanjang Masa Tahanan Gubernur Nonaktif Nurdin Basirun
  • Gubri Syamsuar: Bupati dan Walikota Inventaris Lahan yang Terbakar
  • Ribuan Warga Padati Masjid Agung Meranti Dengarkan Ceramah UAS
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index