Rabu, 29 Januari 2020
Follow:
 
Polri Pastikan Komjen Iriawan Tak Terkait Kasus Novel Baswedan

alfi | Hukrim
Senin, 15/07/2019 | 12:18:28 WIB
JAKARTA, LIPO - Polri memastikan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochamad Iriawan tidak terkait dengan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Hal ini sekaligus membantah tim pakar gabungan investigasi kasus Novel Baswedan melakukan pemeriksaan terhadap Komjen Iriawan. Pasalnya, tim itu hanya melakukan wawancara terhadap Iriawan.

"Kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan beliau dan tim yang dibentuk beliau sudah bekerja secara profesional dan proses pembuktian secara ilmiah untuk mengungkap kasus tersebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Menurut Dedi, wawancara itu juga hanya menggali informasi ketika Komjen Iriawan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Mengingat, kasus dugaan penyiraman itu terjadi ketika Iriawan menjabat posisi Kapolda Metro.

"Karena kapasitas beliau saat kejadian tersebut sebagai Kapolda Metro dan informasi lain yang beredar. Sudah clear dan beliau sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Beliau juga sampaikan secara umum hasil kerja tim yang menangani kasus ini selama menjabat sebagai Kapolda Metro kepada tim pakar," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, ketika Iriawan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, tim khusus telah dibentuk untuk proses penyidikan guna mengungkap pelaku dari kasus tersebut.

"Komjen Iriwan tidak pernah dipanggil. Tapi tim gabungan pakar datang ke beliau untuk membicarakan atau ngobrol klarifikasi tentang kasus penyiraman Novel," ucap Dedi.

Dedi menuturkan, tim pakar juga tidak menuangkan hasil wawancara Iriawan dalam format BAP, tetapi hanya dalam format laporan tertulis.

"Karena sifatnya klarifikasi maka dimasukkan ke dalam laporan saja. Mereka tidak membuat BAP, kan tidak projusticia," tutur Dedi.

Iriawan sebelumnya membantah keras telah diperiksa oleh TGPF terkait kasus penyiraman air keras ke wajah penyelidik KPK Novel Baswedan. Ia menyebut kedatangan TGPF terjadi dua bulan lalu di kantornya di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

"Bukan diperiksa, tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itu kan di-BAP. Tetapi, pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan," ujar Sekretaris Utama Lemhannas itu.


Sementara itu, anggota tim pakar kasus Novel, Hendardi, menyebut pemeriksaan terhadap Iriawan hanya untuk menepis berbagai isu yang mengaitkan kasus penyiraman dengan Iriawan.

"Untuk menepis berbagai isu bahwa betul Komjen Iriawan kita periksa dalam konteks beliau sebagai Kapolda. Jadi kalau orang diperiksa biasa saja sebagai saksi. Saksi karena hubungan itu ada. Hubungannya apa? Ya misalnya dia Novel pernah ke Polda Metro, Pak Iriawan juga pernah mengunjungi Novel ketika kejadian itu maupun sebelum, sesudahnya pernah. Itu yang kami periksa," kata Hendardi.

Hendardi menilai wajar jika dalam pengusutan suatu kasus akan banyak pihak yang diperiksa, termasuk jenderal Polri. Mengklarifikasi, tambah Hendardi, bukan berarti karena Komjen Iriawan terlibat.

"(Suatu peristiwa) ada saksi-saksi di situ, kan saksinya kami periksa juga. Mengapa kami keluar kota kami periksa, saksinya betul pembicaraan ini saja atau ada pembicaraan lain dan sebagainya. Jadi jangan dipandang sebagai negatif bahwa jenderal ini pasti yang menjadi tersangka," tuturnya.(lipo*3/okz)













Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Disiplin dan Kemampuan Dasar Prajurit, Kodim 0314/Inhil Laksanakan Minggu Militer
  • Heboh Virus Corona, RSUD PH Tembilahan Sediakan Tenaga Medis dan Ruang Perawatan Khusus
  • Bupati Wardan Minta APKL Berperan Aktif Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang
  • Musrenbang di Kecamatan Peranap, Camat Usulkan 194 Prioritas Pembangunan
  • Enam Warga Riau di Wuhan Cina Dalam Kondisi Sehat
  • Tagih Utang, Nyawa Warga Bagan Punak Rohil Ini Melayang
  • Sekda Yan Prana: Asesmen Jabatan Eselon II Ditargetkan Maret
  • DPR Desak Menteri ESDM Umumkan Tak Ada Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg
  • Kepala BKD: 43 Dinyatakan Gugur, 198 Tidak Memenuhi Passing Grade
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index