Rabu, 29 Januari 2020
Follow:
 
2 Karyawan dengan PT Sumber Kencana Inhu Akhirnya Tempuh Jalan Mediasi

Elfi | Daerah
Selasa, 23/07/2019 | 22:55:31 WIB
Rengat, LIPO - Setelah melakukan pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Inhu beberapa saat yang lalu, terkait akan di PHK sepihak dan diberikan pesangon yang tidak wajar, 2 karyawan PT Sumber Kencana Inhu (SKI) akhirnya di pertemukan untuk mediasi, Selasa 23 Juli 2019. 

Mediasi tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Perselisihan Hubungan Industrial Yaspan,ST dan didampingi oleh Raja Ratna Dewi SE, 2 karyawan PT SKI Siswandi dan Didin Selaku Pelapor,  serta Direktur Utama  PT SKI Johor yang diwakili Reni. 

Mediasi tersebut merupakan jalan yang ditempuh untuk menemukan solusi atas pengaduan 2 karyawan yang akan di PHK sepihak dan diduga akan diberikan Pesangon yang tak sesuai dengan peraturan.

"memang mereka sebelum akan di PHK, perusahaan tidak pernah memberikan Surat Peringatan (SP)," kata Kabid Perselisihan Hubungan Industrial. 

Yaspan ST menilai, Pihak PT SKI akan melakukan PHK terhadap 2 karyawan Siswandi dan Didin, tidak sesuai dengan prosedur dan perturan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan, 

"perusahaan boleh melakukan PHK tidak sesuai dengan Undang undang Disnaker, jika karyawan membuat masalah, dan jika tidak ada masalah, perusahaan harus mengacu pada Peraturan Perundang-undangan  Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan memberikan pesangon sesuai prosedur," kata Yaspan. 

Setelah mendengarkan penjelasan kedua belah pihak, antara 2 karyawan dan Pihak Perusahaan, PT SKI membuat kesepakatan dan kewajiban karyawan tersebut terkait utang piutang ke Perusahaan. 

Disnaker Inhu memutuskan pihak perusahaan harus mematuhi aturan, Undang-undang, dan pihak perusahaan menyetujui hasil mediasi, serta pihak perusahaan akan secepatnya melaksanakan kewajibannya.

"perusahaan sudah sepakat dan akan memberikan Pesangon sesuai dengan Peraturan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, PT SKI mengeluarkan hak yang sudah menjadi hak karyawan, seperti mengeluarkan uang pesangon sesuai dengan Ayat 156 pasal 3 dan 4, dan mengeluarkan 15 persen uang perumahan atau sejenis pengobatan," Ucap Yaspan. 

Harapan 2 karyawan tersebut, pihak perusahaan juga bersedia mengeluarkan Rekomendasi pengurusan BPJS Ketenagakerjaan. 

"hari ini sudah dimediasi, tinggal menunggu hasil perhitungan dari pihak Disnaker saja dan kita siap hasil kerja selama 8 tahun di potong dengan utang piutang kami, jika kami punya utang dengan catatan pihak PT SKI memperlihatkan catatan utang kami," jelas Siswandi kepada awak media. 

Disisi lain Pihak PT SKI Reni saat di temui usai mediasi, tidak  banyak memberikan komentar, hanya mengatakan mediasi sudah selesai dan langsung berlalu. 

"sudah, mediasi sudah selesai, " ujar Reni sambil bergegas pergi. (lipo*15)



Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Disiplin dan Kemampuan Dasar Prajurit, Kodim 0314/Inhil Laksanakan Minggu Militer
  • Heboh Virus Corona, RSUD PH Tembilahan Sediakan Tenaga Medis dan Ruang Perawatan Khusus
  • Bupati Wardan Minta APKL Berperan Aktif Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang
  • Musrenbang di Kecamatan Peranap, Camat Usulkan 194 Prioritas Pembangunan
  • Enam Warga Riau di Wuhan Cina Dalam Kondisi Sehat
  • Tagih Utang, Nyawa Warga Bagan Punak Rohil Ini Melayang
  • Sekda Yan Prana: Asesmen Jabatan Eselon II Ditargetkan Maret
  • DPR Desak Menteri ESDM Umumkan Tak Ada Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg
  • Kepala BKD: 43 Dinyatakan Gugur, 198 Tidak Memenuhi Passing Grade
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index