Kamis, 09 April 2020
Follow:
 
Dugaan Korupsi Proyek Jalan Duri-Sei Pakning, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Indra Gunawan

elpi | Hukrim
Jumat, 20/03/2020 | 19:36:47 WIB
PEKANBARU, LIPO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga anggota DPRD Bengkalis periode 2004-2009, Indra Gunawan Eet, menerima suap proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Ketua DPRD Riau itu telah diperiksa untuk mencari kebenaran penerimaan dana suap itu. Dia diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Pemeriksaan berlangsung hingga sore hari.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan adanya dugaan turut menerima uang dari

proyek multiyears pembangunan Jalan Duri–Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis," ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis malam, dikutip dari cakaplah.com.

Selain itu, KPK juga mengorek kesaksian Eet terkait dugaan suap yang diterima Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin. Suap diterima Amril dari pengerjaan proyek Jalan Duri-Sei Pakning sebesar Rp 5,6 miliar. "Saksi untuk tersangka AMU," kata Ali.

Saat ini, Amril menjalani penahanan di Rutan Klas IA Jakarta Timur cabang KPK sejak 6 Februari 2020 lalu. KPK sudah melakukan perpanjangan penahanan.

Amril diduga menerima sekitar Rp2,5 miliar dari PT CGA sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang itu disinyalir untuk pelicin anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.

Amril kemudian kembali menerima dari PT CGA senilai Rp3,1 miliar saat telah menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan sekitar Juni dan Juli 2017. Totalnya, Amril Mukminin diduga telah menerima Rp5,6 miliar.

Amril diterpakan sebagai tersangka bersama Makmur alias Aan selaku Direktur PT Mitra Bungo Abadi Penetapan ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka M Nasir dan Bobby Siregar dalam perkara dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih. Proyek itu dianggar senilai Rp528 d miliar dengan kerugian negara 105 miliar.

Proyek jalan multiyear 2013-2015 dianggarkan sebesar Rp 2,5 triliun. Anggaran itu dibagi untuk enam paket proyek peningkatan jalan, salah satunya Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Lalu, proyek Jalan Lingkar Barat Duri yang merugikan negara kerugian mencapai Rp152 miliar. Tersangkanya M Nasir selaku PPK dan Victor Sitorus selaku Kontraktor.

Proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears), nilai kerugian mencapai Rp41 miliar dengan tersangka M Nasir selaku PPK, Suryadi Halim alias Tando (SH) selaku kontraktor.

Proyek Jalan lingkar Pulau Bengkalis bersama M Nasir selaku PPK, Tirtha Adhi Kazmi selaku PPTK, I Ketut Surbawa selaku kontraktor, Petrus Edy Susanto (PES) selaku kontraktor, dan Firjan Taufa selaku kontraktor. Proyek ini merugikan negara Rp 126 miliar.

KPK juga menyidik proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu–Siak Kecil (multiyears) dengan tersangkanya M Nasir selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Handoko Setiono selaku kontraktor, Melia Boentaran selaku kontraktor. Nilai kerugian negara akibat proyek kurang lebih Rp156 miliar.(lipo*3)




Berita Lainnya :
 
  • Dampak COVID-19 Pemda Kuansing Beri Bantuan Sembako Kepada Warga
  • Seorang PDP Terindikasi Covid-19 di Inhil Meninggal Dunia
  • Pemprov Riau Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Asesmen 24 Pejabat Eselon II
  • Riau Belum Siap Pembatasan Sosial Berskala Besar Lawan COVID-19 seperti Jakarta
  • Ayat Cahyadi: Pemko Pekanbaru Masih Mengkaji Penerapan PSBB
  • Sudah 8 PDP Corona Meninggal di Riau, Hasil Swab Belum Keluar
  • Lagi Hamil 8 Bulan, Pasien Positif Corona di Sumbar Meninggal
  • Suarez Nantikan Neymar Kembali ke Barcelona
  • TNI AL Tingkatkan Patroli di Jalur Tikus RI-Malaysia
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index