Rabu, 27 Maret 2019
Follow:
 
Wow Harga Petai Meroket Rp 20 Ribu per Papan

beye | Ekonomi
Senin, 04/07/2016 | 20:57:17 WIB
CIANJUR (Lipo)-Harga petai (Parkia speciosa) di pasar tradisional Cianjur, Jabar, meroket dari normal Rp 1.000 hingga Rp 5.000 menjadi Rp 20.000 ribu per papan/isi 10-15 biji.

Kenaikan ini menyaingi kenaikan yang dialami daging sapi segar yang bertengger Rp 130.000 per kilogram.

Leny Haryati (40) ibu rumah tangga warga Pamoyanan, di Cianjur, Senin, mengatakan harga daging biasa naik menjelang Lebaran, yang mengejutkan adalah harga petai atau peuteuy dalam bahasa Sunda melangit.

"Sangat terkejut karena belum pernah harga peteuy sampai puluhan ribu satu papan. Peteuy ini untuk membuat masakan khas bebeye yang kesannya harus ada pada setiap Lebaran. Mau tidak mau terpaksa dibeli karena tanpa peteuy, bukan bebeye namanya," kata Leny.

Meskipun harga daging melambung, ungkap Leny dan sejumlah ibu rumah tangga lainnya, sudah diprediksi saban menjelang hari raya, namun meroketnya harga petai sungguh membuat pusing sebab bebeye tetap harus dibuat.

"Kentang juga mahal. Bebeye dibuat dengan kentang dan petai ditambah bihun, diaduk dengan cabai giling dan bumbu. Ini benar-benar membuat kami ibu rumah tangga kelimpungan karena biasanya harga peteuy sepapan paling mahal Rp 5.000, ini melambung tinggi," katanya.

Sementara itu, Andri (32) pedagang sayur mayur di Pasar Induk Pasir Hayam Cianjur, mengatakan mahalnya harga petai menjelang Lebaran karena minimnya stok yang didapat pedagang. Bahkan sejumlah tengkulak mendatangkan petai dari luar kota karena minimnya pohon petai di Cianjur.

"Tingginya permintaan menjelang Lebaran tidak diikuti pasokan yang cukup. Panen petai di Cianjur tahun ini kurang bagus, sehingga stok kosong dan berimbas pada harga yang melambung. Saya hanya dapat 500 papan dari kebun lokal, sudah dua hari tidak ada kiriman," katanya.

Dia membenarkan sejak 12 tahun berjualan sayuran, baru kali ini harga petai melambung tinggi, biasanya ungkap dia menjual petai Rp 1.000 per papan dan paling mahal Rp 5.000 per papan.

"Minimnya stok dan tingginya permintaan membuat penjual menaikan harga," katanya.(Lipo*2/Rol)

Sumber : Antara



Berita Lainnya :
 
  • Bersama Pihak Terkait, Sejumlah Anggota DPRD Riau Tahan Truk CPO PT Adei
  • Disdukcpil Kuansing Segera Cetak 10.650 Keping E-KTP
  • Pemkab Inhil Terima CSR dari Bank Riau Kepri
  • Fenomena Caleg dan Capres Jelang Pileg dan Pilpres
  • Bupati Inhil Lantik Pengurus TP-PKK dan Kukuhkan Pengurus K3S Periode 2018-2023
  • Dandim 0314/Inhil Komit Tingkatkan Silaturrahmi Dengan Seluruh Elemen Masyarakat
  • Pelantikan Tunggu SK Mendagri, Asri Auzar Resmi Gantikan Noviwaldi Jusman
  • Pengawas TPS Pucuk Rantau Diharapkan Bersikap Netral dan Tidak Arogan
  • Hadiri Malam Puncak HPN Riau 2019, DPRD Kuansing Apresiasi Kinerja PWI
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index