Rabu, 20 Februari 2019
Follow:
 
Inflasi Kota Padang Terendah di Indonesia

beye | Ekonomi
Minggu, 10/07/2016 | 06:37:16 WIB
JAKARTA (Lipo)-Pada Juni 2016, Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Inflasi di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) ini merupakan yang terendah secara nasional.

"Dari update berita resmi statistik (Badan Pusat Statistik), inflasi Kota Padang terendah di Indonesia," kata Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang, Edi Dharma dalam keterangan tertulis dilansir Republika, Sabtu (9/7).

Berdasarkan data yang ia peroleh, inflasi Kota Padang pada Juni, yakni 0,10 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 0,22 persen.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatra Barat, Puji Atmoko menyebutkan, secara tahun berjalan (year to date-ytd) provinsi itu mengalami inflasi pada tingkat cukup rendah, yakni 0,20 persen (ytd).

Sementara secara tahunan, ia melanjutkan, laju inflasi Sumatra Barat pada Juni berada pada level 3,23 persen (year on year-yoy).

"Pencapaian inflasi bulanan (mtm) posisi Juni tersebut, menjadikan Provinsi Sumbar sebagai daerah dengan laju inflasi terendah secara nasional," ujar Puji.

Ia menjelaskan, ditengah peningkatan konsumsi masyarakat pada bulan Ramadhan, tekanan inflasi relatif terkendali. Sementara perkembangan harga bulanan di tingkat nasional, mencatatkan inflasi sebesar 0,66 persen (mtm).

Secara spasial, ia menjabarkan, inflasi di Sumbar disumbang oleh Kota Padang dan Bukittinggi, yang masing-masing tercatat inflasi sebesar 0,10 persen (mtm) dan 0,73 persen (mtm).

Namun, ia melanjutkan, inflasi tersebut menjadikan Kota Padang sebagai daerah dengan laju inflasi terendah secara nasional. Sementara Kota Bukittinggi, kata Puji, berada pada urutan ke-38 sebagai kota yang mengalami inflasi tertinggi secara nasional.

Ia menyebutkan, komoditas kelompok barang yang diatur pemerintah (administered price) dan kelompok inti (core) menjadi sumber utama inflasi Sumbar pada Juni 2016.

Komoditas kelompok barang yang diatur pemerintah dan kelompok inti tercatat masing-masing mengalami inflasi bulanan sebesar 0,38 persen (mtm) dan 0,23 persen (mtm).

Kenaikan harga pada kelompok barang yang diatur pemerintah, Puji menuturkan, disumbang oleh kenaikan tarif listrik yang mulai diberlakukan sejak 1 Juni 2016 untuk tarif tegangan rendah, menengah dan tinggi serta adanya penyesuaian tarif cukai tembakau.

Sementara itu, kenaikan harga kelompok inti, ia melanjutkan, disumbang oleh kenaikan harga minuman tidak beralkohol dan sandang sebagai dampak peningkatan permintaan masyarakat selama Ramadhan. (Lipo*2/Rol)




Berita Lainnya :
 
  • Bupati Inhil Pimpin Rapat Penyelesaian Somasi Kredit Poktan Dengan BNI
  • Bupati Inhil Ungkap Keprihatinan Atas Kebakaran di Sungai Guntung
  • Riau Dapat Hibah Pembangunan Asrama Haji Tiga Blok
  • Hujan akan Mengguyur Riau, Masyarakat Diminta Waspada
  • Presiden Jokowi Resmi Lantik Syamsuar-Edy Natar Jadi Gubri dan Wagubri Periode 2019-2024
  • KPU: Jumlah Caleg Mantan Napi Korupsi Capai 72 Orang
  • Ani Yudhoyono Sudah Mulai Aktif Berkomunikasi
  • Fenomena Ustaz Abdul Somad Dibahas di Universitas Australia
  • BMKG Ingatkan Warga Riau Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index